Intel 'Bikin' Smartphone Murah Rp1 Jutaan & Berkualitas

Rabu, 17 Desember 2014 - 00:00:02 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Intel Indonesia mengungkap tren teknologi yang bakal muncul tahun depan. Selain menjelaskan mengenai Internet of Things, perusahaan juga mengungkap kemunculan produk smartphone baru berbasis 'Intel Sofia'.

Perusahaan mendukung kemunculan produk smartphone terbaru yang dibanderol dengan harga Rp1 jutaan. Smartphone tersebut memakai teknologi chip dari Intel.

Harry K Nugraha, Country Manager Intel Indonesia, di Jakarta, Selasa (16/12/14), mengatakan bahwa pada 2015 akan menjadi kompetisi bagi produk smartphone dan tablet. "Ada beberapa teknologi yang kita announce, ada entry level processor, yang dinamakan Sofia," ungkap Harry kepada wartawan.

Prosesor mobile ini akan membuat perangkat smartphone bisa dibanderol murah tanpa mengabaikan kualitas performa. Kabarnya, smartphone dengan Intel Sofia akan dibanderol di bawah harga USD100 atau sekira Rp1 jutaan.

"Dia punya kemampuan mumpuni hingga (dukungan) LTE. Kita juga menyasar untuk produk affordable (terjangkau)," tambahnya.

Harry sendiri baru diangkat menjadi Country Manager Intel Indonesia dan diumumkan pada 26 November 2014. Sebelumnya ia menjabat sebagai Director Channel Sales Intel Indonesia.

Pada acara Bincang Akhir Tahun: 'Prediksi Teknologi untuk Tahun 2015', Harry juga mengungkapkan dukungan perusahaan terhadap jaringan 4G. Ia mengatakan, Intel telah memiliki modem yang mendukung 4G. Perangkat itu sudah mendukung LTE kategori VI hingga 300 Mbps serta support carrier aggregation.

Tahun depan, perusahaan akan menambah area baru, tidak hanya pada bisnis prosesor tablet dan smartphone serta server, tetapi juga mendukung Internet of Things (IoT).

Prediksi Intel terkait perkembangan IoT tahun depan didukung dengan data dari International Data Corporation (IDC) yang memprediksi bahwa pasar global untuk perangkat yang mengadopsi IoT akan tumbuh menjadi dari USD1,9 triliun pada 2013 menjadi USD7,1 triliun pada 2020.

IDC juga mengungkap, perangkat yang terhubung akan membuat ekosistem IoT diperkirakan tumbuh menjadi 200 miliar pada 2020. IDC memprediksi volume data di dunia ini akan bertambah dua kali lipat setiap dua tahun, sehingga pada 2020 jumlah data mencapai 44 zettabytes atau 44 triliun gigabyte.

“Intel akan terus menjadi pendorong inovasi lokal di Indonesia. Kita harus dapat memanfaatkan momentum Era of Integration ini dengan sebaik-baiknya. Bagi Intel, kuncinya adalah tersedianya produk inovatif serta menggalang kolaborasi para designer, engineer, dan entrepreneur di Indonesia,” tutup Harry.[oke]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT