Kasus Covid-19 Terbanyak di 5 Provinsi di Sumatra

Kamis, 13 Mei 2021 - 23:36:40 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut terjadi peningkatan kasus covid-19 secara signifikan di Pulau Sumatera. Saat ini, lima dari 10 provinsi dengan kontribusi kasus terbanyak secara nasional berasal dari pulau tersebut.

Kelima provinsi yang dimaksud adalah provinsi Riau, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan.

Wiku menyebut pada Februari lalu, belum ada provinsi dari Sumatra yang masuk ranking 10 besar kasus terbanyak nasional. Namun, keadaan berbalik arah sejak April dengan catatan 2 provinsi dan terus menanjak hingga pertengahan Mei 2021.

"Keadaan mulai berubah sejak April, mulai masuk 2 provinsi yaitu Riau dan Sumatra Barat. Mei masuk 5 provinsi, Riau, Sumbar, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Sumatra Selatan dalam 10 kontributor provinsi kasus terbesar," terangnya pada konferensi pers daring, Kamis (13/5).

Kenaikan itu juga sejalan dengan menanjaknya kasus kematian di pulau Sumatra. Pada Januari lalu, Satgas Covid-19 mencatat kontribusi kasus tidak mencapai 20 persen dari nasional, kemudian melonjak pada Mei menjadi 27,22 persen.

Oleh karena itu, ia menyebut perlu dilakukan pengetatan bagi pelaku perjalanan dari pulau Sumatra dan pulau Jawa menuju Jabodetabek pada periode arus mudik tahun ini.

Mengamini itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyebut bakal dilakukan screening tes rapid antigen untuk pemudik yang akan masuk ke Jabodetabek di 21 titik jalan tol dan rest area, serta di pelabuhan Bakauheni menuju Merak.

Untuk menyaring pelaku perjalanan sepeda motor, Budi mengatakan bakal digelar tes acak swab antigen di tiga titik, yaitu di jembatan timbang Karawang, Tegal Gubuk Susukan dari Palimanan ke arah Jatibarang, dan Indramayu ke arah Jatibarang.

Ia menyebut penyaringan akan mulai diberlakukan mulai tanggal 15 Mei mendatang hingga waktu yang belum ditentukan.

"Jadi semua masyarakat yang akan kembali ke Jakarta juga akan dilakukan pengetesan menggunakan rapid tes antigen kalau selama ini menggunakan GeNose," bebernya. [***]