Varian B.1.617 Asal India Sudah Masuk ke Indonesia 

Senin, 03 Mei 2021 - 17:53:22 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa tiga varian virus corona dari luar negeri kini telah masuk di Indonesia. Ketiganya yakni varian B.1.1.7 asal Inggris, varian mutasi ganda B.1.617 asal India, serta B.1.351 yang berasal dari Afrika Selatan. 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, ada varian B.1.617 ditemukan pada dua kasus positif Covid-19 di Jakarta. Kemudian, varian B.1.351 ditemukan di Bali. 

"Iya benar demikian (B.1.617 di Jakarta dan B.1.351 di Bali)," ujar Nadia, Senin (3/5/2021). 

Nadia juga membenarkan bahwa ada 13 kasus positif Covid-19 di Indonesia yang disebabkan penularan varian B.1.1.7. "Itu benar. Rencananya besok (Selasa, 4 April) kami akan mengadakan konferensi pers (menjelaskan masuknya mutasi-mutasi ini)," tuturnya. 

Keterangan dari Nadia ini melengkapi penjelasan Menkes Budi Gunadi Sadikin yang sebelumnya menyebutkan mutasi varian baru dari Inggris, India, dan Afrika Selatan sudah masuk ke Indonesia. 

Akibatnya, kini ada 16 kasus positif Covid-19 yang ditemukan akibat penularan dari tiga varian mutasi itu. Belasan kasus tersebut telah dilaporkan Budi kepada Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas pada Senin. 

"Tadi juga sudah dilaporkan kepad Bapak Presiden karena sudah ada mutasi baru yang masuk, yaitu mutasi dari India. Ada dua insiden (penularan dari India) yang sudah kita lihat dua-duanya di Jakarta dan satu insiden dari Afrika Selatan itu ada di Bali," ujar Budi dalam siaran langsung konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden. 

"Jadi selain mutasi dari Inggris yang sekarang sudah ada 13 insiden, (kemudian) sudah ada 2 mutasi dari India masuk dan 1 mutasi dari Afrika Selatan," kata dia. 

Budi tidak mengungkapkan mutasi-mutasi tersebut masuk sebagai kategori varian of concern atau mutasi yang memang sangat diperhatikan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). 

"Karena penularannya relatif lebih tinggi ini harus kita jaga. Mumpung masih sedikit karena mereka pasti akan segera menyebar karena penularannya relatif lebih tinggi dibandingkan yang lain," kata Budi. 

"Adalah tugas kita bersama untuk segera melakukan isolasi untuk yang terkena, disiplin melakukan testing, tracing untuk kontak erat dari daerah sekitarnya," tuturnya. 

Budi pun mengingatkan masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak secara disiplin. 

Menurut Budi, apapun virusnya dan seperti apapun mutasinya akan bisa dicegah penularannya apabila protokol kesehatan diterapkan secara maksimal. 

"Itu sebabnya ksnapa saya akan terus-menerus mengingatkan bawa disiplin protokol kesehatan itu harus dijalankan oleh kita semua di manapun kita berada," ucap Budi. [**]