162 CPNS Kepulauan Meranti Segera Jadi PNS 100 Persen

Kamis, 08 April 2021 - 19:47:12 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Sebanyak 162 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau akan segera menyandang status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) 100 persen. 

Demikian disampaikan Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepulauan Meranti, Bakharuddin MPd bahwa ada 162 CPNS di Kepulauan Meranti segera menjadi PNS 100 persen. 

"Saat ini dalam proses. Kalau untuk sertifikat lulus Latsarnya sudah, jadi sekarang lagi cek kesehatan di rumah sakit, kemudian pemberkasan dan selesailah," ungkap Bakharuddin, Kamis (8/4/2021). 

Dijelaskan Bakharuddin, CPNS pengangkatan 2018/2019, dari 215 sebanyak 162 CPNS golongan III sudah melaksanakan Pelatihan Dasar (Latsar). Sisanya sebanyak 53 orang CPNS golongan II belum melaksanakan Latsar.

"InsyaAllah kalau sudah diproses dan diinfut di aplikasi bisalah para CPNS ini terhitung mulai 1 Mei nanti, mudah-mudahanlah bisa segera selesai," pungkasnya. 

Plt Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Pegawai BKD Meranti, Budi Hardiantika, menambahkan bahwa para CPNS tersebut mulai melaksanakan cek kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti pada Rabu (7/4/2021) hingga Kamis (15/4/2021) mendatang.

"Kita batasi, jadi dalam sehari itu ada 20 orang. Waktunya Senin-Kamis pukul 08.00-11 WIB dan Jumat-Sabtu pukul 08.00-10.00 WIB," ungkapnya. 

Sebelumnya, sebanyak 215 pegawai golongan III di lingkungan pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti belum bisa menyandang status menjadi PNS. Walaupun sudah mengikuti pelatihan dasar, namun sertifikat yang diharapkan sebagai salah satu persyaratan mengurus PNS itu belum mereka dapatkan.

Ternyata, hal itu dikarenakan belum tersedianya barcode tanda tangan dari kepala BKD pada sertifikat digital yang diterbitkan oleh BPSDM. Padahal Kabupaten Kepulauan Meranti mendapat apresiasi dari BPSDM Riau, karena dinilai berani dan berhasil melaksanakan Latsar dengan metode distance learning. Karena  tak kunjung ada titik terangnya, makanya pihak BKD mengambil keputusan sertifikat itu diteken manual saja. [wira]