Hanya 7 SD dan 2 SMP di Meranti Penuhi Kuota SPMB

Selasa, 07 Juli 2026 | 16:31:06 WIB
Disdikbud Kepulauan Meranti Langsung turun ke SD 2 Selatpanjang terkait kendala teknis dilapangan

Metroterkini – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Kepulauan Meranti telah selesai dilaksanakan. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepualauan Meranti, jumlah pendaftar jenjang Sekolah Dasar (SD) mencapai 2.891 siswa, sedangkan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 2.009 siswa yang tersebar di sembilan kecamatan.

Dari hasil pelaksanaan SPMB tahun ini terdapat 7 sekolah dasar dari total 170 SD yang telah memenuhi kuota penerimaan, sementara di jenjang SMP terdapat 2 sekolah dari 58 SMP yang kuotanya telah terpenuhi.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Irwanto, saat dikonfirmasi Selasa (07/07/2026) via telpon.

Ia menjelaskan, berdasarkan sebaran pendaftar, Kecamatan Tebing Tinggi menjadi wilayah dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni 1.023 siswa untuk jenjang SD dan 743 siswa untuk jenjang SMP. Selanjutnya Pulau Merbau mencatat 257 pendaftar SD dan 226 pendaftar SMP, Rangsang 290 SD dan 204 SMP, Tasik Putri Puyu 249 SD dan 174 SMP, Rangsang Pesisir 232 SD dan 140 SMP, Rangsang Barat 228 SD dan 83 SMP, Tebing Tinggi Barat 219 SD dan 142 SMP, Tebing Tinggi Timur 200 SD dan 127 SMP, serta Merbau 193 SD dan 170 SMP.

"Untuk sekolah yang kuotanya belum terpenuhi, masyarakat masih bisa mendaftarkan anaknya selama daya tampung di sekolah tersebut masih tersedia," kata Irwanto.

Menurutnya, sekolah yang paling diminati masyarakat pada pelaksanaan SPMB tahun ini adalah SD Negeri 2 Selatpanjang untuk jenjang SD dan SMP Negeri 2 Selatpanjang untuk jenjang SMP.

Ia mengakui terdapat sejumlah sekolah yang jumlah pendaftarnya melebihi kuota yang telah ditetapkan. Terhadap kondisi tersebut, Dinas Pendidikan mengarahkan calon peserta didik untuk memilih sekolah lain yang masih memiliki daya tampung.

"Memang ada beberapa sekolah yang pendaftarnya melebihi kuota. Karena itu kami arahkan agar mendaftar ke sekolah lain yang masih tersedia sesuai pilihan mereka," ujarnya.

Selama pelaksanaan SPMB, Disdikbud Kepulauan Meranti juga menerima pengaduan dari masyarakat, salah satunya terkait penerapan sistem zonasi di SD Negeri 2 Selatpanjang.

"Pengaduan tersebut sudah kami tindak lanjuti dan dicarikan solusi. Kami memastikan pelaksanaan SPMB melalui sistem zonasi dilakukan secara murni, transparan, dan tidak ada permainan," tegasnya.

Irwanto menambahkan, pelaksanaan SPMB tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan pada tahun mendatang. Salah satu rencana yang akan dilakukan adalah pengembangan sistem penerimaan peserta didik berbasis aplikasi yang akan dikolaborasikan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Dengan sistem berbasis aplikasi, kami berharap proses SPMB tahun depan akan semakin efektif, mudah diakses masyarakat, serta lebih transparan dan akuntabel," tutupnya.

 

Terkini