Meranti Usulkan 9 Unit Rumah Pascabencana untuk Warga Desa Mekong

Senin, 06 Juli 2026 | 21:14:58 WIB
Ilustrasi

Metroterkini – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus berupaya menghadirkan bantuan rumah pascabencana bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (Perkimtan-LH) dan BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti telah mengajukan proposal bantuan kepada BPBD Provinsi Riau.

Kepala Dinas Perkimtan-LH Kepulauan Meranti Agustiono melalui Kabid Perkim Winhardi menjelaskan, usulan tersebut diajukan bersama BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti dan saat ini masih menunggu proses di tingkat Pemerintah Provinsi Riau.

"Saat ini kami coba follow up Proposal yang sudah diajukan ke BPBD Provinsi oleh BPBD Kabupaten dan Desa Mekong. Informasi terakhir yang kami terima, usulan tersebut masih menunggu disposisi dari Bapak Gubernur," ujarnya, Senin (06/07/2026) via telpon.

Ia mengatakan, program rumah pascabencana merupakan program yang telah berjalan lama dan sudah mengajukan sejak 2 tahun lalu. Namun, Kabupaten Kepulauan Meranti baru berkesempatan memperoleh alokasi bantuan tersebut pada tahun ini.

Apabila disetujui, sebanyak sembilan unit rumah permanen tipe 36 akan dibangun di Desa Mekong. Rumah yang diberikan merupakan rumah berbahan konstruksi batu yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana dan memenuhi persyaratan program.

"Semoga dengan kerja sama yang baik antara Perkimtan-LH dan BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, usul dapat terealisasi sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat segera memperoleh rumah yang layak huni," katanya.

Selain Desa Mekong, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti juga telah mengusulkan bantuan rumah pascabencana untuk Desa Tanah Merah. Namun, usulan tersebut direncanakan untuk alokasi program pada tahun anggaran mendatang.

Pemerintah daerah berharap seluruh tahapan administrasi dapat segera rampung sehingga bantuan rumah pascabencana tersebut dapat direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Terkini