LPTQ Rohul Buka Suara Soal Hasbi dan Wafiq di MTQ Riau 2026

Senin, 06 Juli 2026 | 14:02:47 WIB

Metroterkini.com – Hasil Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi memunculkan pertanyaan mengenai proses pembinaan dan seleksi kafilah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Kabupaten yang dikenal sebagai Negeri Seribu Suluk itu hanya mampu menempati peringkat ke-11 dari 12 kabupaten/kota peserta.

Berdasarkan hasil akhir, Rokan Hilir keluar sebagai juara umum, disusul Bengkalis, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Pekanbaru, Siak, Kampar, Indragiri Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Rokan Hulu, dan terakhir Kota Dumai.

Sorotan muncul bukan semata karena posisi Rohul di papan klasemen. Dua putra dan putri asli daerah yang memiliki prestasi justru tampil membela kabupaten lain dan berhasil naik podium.

Hasbi Assidiqi Nasution, warga Desa Tingkok, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, memperkuat Kabupaten Rokan Hilir pada cabang Murottal berhasil meraih juara harapan II.

Sementara Wafiq Azizah Siregar, putri asal Dusun Kubu Baru, Desa Rambah Samo Barat, Kecamatan Rambah Samo, tampil sebagai utusan Kabupaten Indragiri Hulu pada cabang Tilawah Dewasa Putri dan berhasil meraih juara I.

Kondisi tersebut memunculkan kritik terhadap sistem pembinaan dan seleksi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Rokan Hulu. Sejumlah kalangan menilai daerah gagal mempertahankan sekaligus mengoptimalkan potensi qari dan qariah asli daerah untuk membela kabupaten sendiri pada ajang MTQ tingkat provinsi.

Namun demikian, Ketua LPTQ Kabupaten Rokan Hulu, Zulkifli Syarif, membantah anggapan bahwa kedua peserta tersebut tersisih dalam proses seleksi.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Senin. (6/7/2026), Zulkifli menjelaskan Hasbi Assidiqi Nasution bukan juara II, melainkan hanya berstatus juara harapan II. Menurutnya, juara II cabang tersebut adalah Findra utusan dari Kabupaten Rokan Hulu.

Selain itu, Zulkifli mengatakan Hasbi tidak dapat mengikuti tahapan MTQ Kabupaten Rokan Hulu karena kalah waktu atau melewati batas pendaftaran. Setelah itu, Hasbi memilih berpindah dan menjadi peserta Kabupaten Rokan Hilir.

"Terkait Hasbi, beliau adalah juara harapan dua, bukan juara dua. Kemudian yang menjadi juara dua saat MTQ tingkat provinsi Riau 2026 adalah Findra. Hasbi juga kalah waktu mengikuti MTQ kabupaten sehingga kemudian pindah ke Rokan Hilir," ujar Zulkifli.

Ia juga meluruskan informasi mengenai Wafiq Azizah Siregar. Menurutnya, Wafiq tidak pernah mengikuti proses seleksi maupun MTQ tingkat Kabupaten Rokan Hulu sehingga tidak masuk dalam mekanisme penetapan kafilah daerah.

"Wafiq Azizah tidak mengikuti proses MTQ tingkat Kabupaten Rokan Hulu," katanya.

Meski demikian, capaian dua putra-putri asli Rokan Hulu yang sukses mengukir prestasi bersama daerah lain tetap menjadi catatan penting. Kondisi ini menunjukkan bahwa Rohul memiliki sumber daya tilawah dan murottal yang mampu bersaing di tingkat provinsi.

Persoalannya kini bergeser pada efektivitas sistem pembinaan, penjaringan, serta kemampuan LPTQ mempertahankan talenta daerah agar tetap membela Kabupaten Rokan Hulu.

Ke depan, evaluasi menyeluruh dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Mulai dari pembinaan berjenjang, mekanisme seleksi yang transparan, hingga komunikasi dengan para qari dan qariah potensial perlu diperkuat agar Negeri Seribu Suluk tidak kembali kehilangan aset terbaiknya di ajang MTQ mendatang.

Di sisi lain, klarifikasi Ketua LPTQ menunjukkan bahwa tidak semua perpindahan peserta disebabkan oleh kegagalan seleksi. Ada faktor administrasi dan keikutsertaan dalam proses MTQ tingkat kabupaten yang juga menentukan kelayakan seseorang menjadi utusan resmi daerah. Karena itu, evaluasi tidak hanya menyangkut lembaga penyelenggara, tetapi juga kesiapan peserta mengikuti seluruh tahapan yang telah ditetapkan.

Hasil MTQ Riau 2026 menjadi pekerjaan rumah bagi LPTQ Kabupaten Rokan Hulu. Sebab, Rokan Hulu telah ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Riau 2027. Status sebagai tuan rumah membuat ekspektasi publik semakin tinggi agar Negeri Seribu Suluk tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu memperbaiki prestasi.

Peringkat ke-11 pada MTQ Riau 2026 menjadi sinyal perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan, penjaringan, dan seleksi peserta. Keberhasilan qari dan qariah asli Rokan Hulu yang justru mengharumkan nama kabupaten lain semakin memperkuat desakan agar pembinaan dilakukan lebih terbuka, berjenjang, dan mampu mempertahankan talenta daerah.

Meski demikian, momentum sebagai tuan rumah MTQ Riau 2027 dinilai menjadi kesempatan sekaligus ujian bagi LPTQ Rokan Hulu untuk membuktikan bahwa evaluasi yang dilakukan mampu mengangkat kembali prestasi Negeri Seribu Suluk di tingkat provinsi.[man]

Terkini