Metroterkini – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hulu telah menyiapkan sebanyak 399 petugas lapangan untuk melaksanakan pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di seluruh wilayah Kabupaten Indragiri Hulu yang terdiri dari 14 kecamatan. Kegiatan pendataan akan dilaksanakan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Dalam rangka memastikan kesiapan petugas, BPS Kabupaten Indragiri Hulu telah menyelenggarakan pelatihan bagi seluruh petugas pendataan. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga gelombang dengan lima kelas pada setiap gelombang, sehingga secara keseluruhan terdapat 15 kelas pelatihan yang diikuti oleh petugas lapangan dan pengawas.
Kepala BPS Kabupaten Indragiri Hulu, Sumi’rad, SST menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi petugas serta menyamakan pemahaman terkait konsep, definisi, dan tata cara pendataan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.
“Pemahaman yang baik terhadap konsep dan definisi usaha merupakan aspek yang sangat penting dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Setiap petugas harus mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasikan usaha dengan benar agar data yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi yang tinggi,” ujar Sumi’rad, Senin (15/06/2026).
Lebih lanjut, Sumi’rad menegaskan bahwa seluruh petugas wajib melaksanakan pendataan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Ia menekankan bahwa proses pencacahan harus dilakukan melalui kunjungan langsung ke lokasi usaha dan wawancara dengan responden.
“Petugas dilarang keras melakukan pendataan tanpa melakukan kunjungan lapangan. Setiap informasi yang dicatat harus diperoleh melalui observasi dan wawancara langsung dengan pelaku usaha. Pendataan tidak diperkenankan dilakukan berdasarkan asumsi, perkiraan, maupun informasi yang tidak dapat diverifikasi,” tegasnya.
Menurutnya, kualitas data merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Oleh karena itu, seluruh petugas diharapkan menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, dan kepatuhan terhadap pedoman pendataan yang telah diberikan selama pelatihan.
“Kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada kualitas pelaksanaan pendataan di lapangan. Oleh sebab itu, setiap petugas harus memahami konsep dan definisi usaha secara benar, menerapkan prosedur pendataan secara konsisten, serta memastikan bahwa informasi yang dikumpulkan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” tambahnya.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi ke-lima yang merupakan kegiatan pendataan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai struktur dan karakteristik kegiatan usaha di suatu wilayah. Data yang dihasilkan akan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, serta evaluasi berbagai program ekonomi di tingkat nasional maupun daerah.
BPS Kabupaten Indragiri Hulu mengharapkan dukungan seluruh pelaku usaha dan masyarakat selama pelaksanaan pendataan. Partisipasi aktif responden dalam memberikan informasi yang benar dan lengkap akan berkontribusi terhadap terwujudnya data statistik yang berkualitas.
“Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pelaku usaha untuk mendukung pelaksanaan pendataan agar diperoleh data ekonomi yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi pembangunan. Mari bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi tersedianya data ekonomi yang berkualitas untuk pembangunan yang lebih baik,” tutup Sumi’rad.