Hadapi El Niño, Rokan Hulu Tingkatkan Koordinasi Pencegahan Karhutla Lintas Sektor

Selasa, 14 April 2026 | 06:39:25 WIB

Metroterkini.com — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, diperkuat menjelang musim kemarau 2026. Kepolisian bersama unsur pimpinan kecamatan (Upika) menggelar rapat koordinasi serentak di sejumlah wilayah pada, Senin (13/4/2026).

Rapat berlangsung di Aula Kantor Camat Pendalian IV Koto dan Aula Kantor Camat Kabun. Kegiatan ini melibatkan TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, tokoh masyarakat, serta perwakilan perusahaan.

Kapolsek Rokan IV Koto, IPTU Dodi Ripo Saputra, mengatakan bulan April menjadi fase awal penguatan kampanye pencegahan karhutla di Riau. Hal ini seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Niño yang diperkirakan memicu musim kemarau panjang pada 2026.

“Upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini. Lebih baik mencegah daripada menghadapi dampak kabut asap yang luas,” kata Dodi.

Ia menekankan peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan dalam mensosialisasikan larangan membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, pemerintah desa dan perusahaan diminta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman, termasuk melakukan pengecekan rutin peralatan.

Menurut Dodi, apel kesiapsiagaan juga akan dilaksanakan dengan melibatkan personel, masyarakat, serta peralatan sebagai langkah konkret menghadapi musim kemarau.

Camat Pendalian IV Koto, Rika Meriza, menilai kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci dalam pencegahan karhutla. Ia meminta setiap desa aktif melakukan sosialisasi, menyiapkan perlengkapan siaga, dan melibatkan MPA sebagai ujung tombak di lapangan.

“Seluruh elemen harus bergerak bersama agar potensi karhutla bisa dicegah sedini mungkin,” ujarnya.

Di Kecamatan Kabun, Camat Anang Perdana Kusuma menyebut sejumlah wilayah rawan seperti Batu Langkah Besar, Koto Ranah, Kabun, Aliantan, dan Bencah Kusuma perlu mendapat perhatian khusus.

Ia meminta pemerintah desa bersikap responsif dengan menyiagakan peralatan, memastikan kesiapan mesin pompa air dan selang, serta mengaktifkan kembali MPA.

Anang juga menyoroti sejumlah kendala di lapangan, antara lain medan sulit dijangkau, keterbatasan sumber air, dan minimnya logistik. Karena itu, ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan karhutla.

“Kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan menjadi kunci utama,” kata dia.

Kapolsek Kabun, Ajun Komisaris Polisi Efendi Lupino, mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Rokan Hulu diperkirakan mulai memasuki musim kemarau panjang pada akhir April 2026.

“Perlu langkah mitigasi sejak dini melalui sinergi seluruh pihak, mulai dari pendataan wilayah rawan hingga peningkatan sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Perwakilan Manggala Agni, Zulfikri, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung pencegahan hingga penanganan karhutla. Koordinasi dengan pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa akan terus diperkuat.

Rapat koordinasi di sejumlah kecamatan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk meningkatkan koordinasi, kesiapsiagaan, dan sinergi dalam mencegah serta menanggulangi karhutla di Kabupaten Rokan Hulu.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Pemerintah daerah berharap langkah ini dapat memperkuat kesiapan seluruh elemen dalam menghadapi potensi karhutla pada 2026.[man]

Terkini