Pertamina Cilacap Terbakar, BMKG Ungkap Adanya Sambaran Petir

Ahad, 14 November 2021 | 22:54:35 WIB

Metroterkini.com - Penyebab insiden kebakaran tangki yang terjadi pada kilang minyak milik Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (13/11/2021) masih dalam penyelidikan. Sejumlah warganet menduga, penyebab kebakaran lantaran tangki berisi produk Pertalite itu tersambar petir.

"Kilang minyak pertamina cilacap kebakaran malam ini. Diduga tersambar petir," tulis akun Twitter @sudut_ruanganIX. "Guys, mohon doanya. kilang minyak Pertamina Deket rumah ku kebakaran kesambar petir," tulis akun twitter @yoonglist_.

Analisis BMKG soal cuaca sewaktu kebakaran tangki Pertamina Lantas, benarkah penyebab kebakaran berasal dari sambaran petir, dan bagaimana kondisi cuaca saat kebakaran terjadi?

Menurut keterangan resmi yang dilansir dari Kompas.com, Minggu (14/11/2021), berdasarkan analisis data dari alat monitoring kelistrikan udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang terdapat di Stasiun Geofisika Banjarnegara, terdeteksi dua peristiwa sambaran petir terdekat dengan kilang minyak RU IV Cilacap yang terbakar.

Untuk sambaran petir pertama: Terjadi pada Sabtu (13/11/2021) pukul 18.47 WIB Koordinat 7.67942574 LS, 109.1110952 BT dengan jarak kurang lebih 12 km sebelah timur laut kilang Minyak RU IV Cilacap (masuk kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap).

Sementara untuk sambaran petir kedua: Terjadi pada Sabtu (13/11/2021) pukul 19.23.32 WIB Koordinat 7.437264713 LS, 108.7736507 BT berlokasi di kecamatan Sidareja, dengan jarak kurang lebih 43 km barat laut dari kilang minyak RU IV Cilacap.

Prakiraan cuaca BMKG, wilayah Indonesia sudah masuk musim kemarau, sebagian daerah masih hujan dan berpotensi cuaca ekstrem.(Shutterstock) Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menganalisis mengenai pertumbuhan awan di wilayah Kabupaten Cilacap pada waktu insiden kebakaran atau Sabtu (13/11/2021).

Dari data citra satelit dan radar cuaca diidentifikasi bahwa pada Sabtu (13/11/2021) pukul 17.00-21.00 WIB terdapat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kabupaten Cilacap dengan suhu puncak awan mencapai kisaran -62,5 hingga -75,1 derajat Celsius. Artinya, adanya pertumbuhan awan konvektif dengan jenis Cumulonimbus yang memiliki karakteristik meyebabkan terjadinya potensi hujan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai potensi kilat/petir dan angin kencang.

Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap melakukan pengukuran curah hujan, dan dihasilkan bahwa telah terjadi hujan dengan intensitas mencapai 47 mm selama periode pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB.

Sebelumnya, BMKG wilayah Jawa Tengah telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem (potensi hujan lebat disertai kilat/petir/angin kencang) untuk wilayah Propinsi Jawa Tengah pada 13 November 2021 sebagai berikut:

Peringatan dini berbasis dampak (IBF) yang dikeluarkan pada 12 November 2021. Prakiraan cuaca Jawa Tengah yang berlaku pukul 07.00-19.00 WIB yang dikeluarkan pada 13 November 2021 yang dikeluarkan jam 07.00 WIB.

Prakiraan cuaca 24 jam yang dikeluarkan pada 13 November 2021, pada pukul 07.00 WIB hingga 14 November 2021 jam 07.00 WIB. Prospek cuaca 3-6 jam ke depan yang dikeluarkan pada 13 November 2021 jam 10.00 WIB. Peringatan dini cuaca ekstrem provinsi Jawa Tengah yang dikeluarkan pada 13 November sejak 12.05 WIB dan berakhir pada pukul 22.00 WIB.

Dalam rangka mitigasi terhadap bahaya/ancaman sambaran petir disarankan untuk bangunan rumah, bangunan elektronik/komputasi dan bangunan obyek vital nasional, serta bangunan lainya yang sensitif terhadap sambaran petir agar dipasang Sistem Penangkal Petir Terpadu dan Sistem Grounding yang memadai.

Sebagaimana diberitakan, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya ikut mengamati insiden kebakaran tangki minyak di Cilacap semalam melalui Pertamina Integrated Command Center (PICC).

Ia mengungkapkan, api pertama yang sempat direkam oleh warga sekitar itu sudah berhasil dipadamkan Sabtu (13/11/2021) pada pukul 23.05 WIB. Namun, terjadi suatu kendala yang menyebabkan form terbuka dan muncul api kedua.

"Dari semalam jam 23.05 WIB itu api sudah bisa dipadamkan sekitar 80 menit, namun kemudian form terbuka dan ada api kedua dan dilakukan fire fighting hingga pagi hari," ujar Nicke dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (14/11/2021). Kendati demikian, saat ini api sudah dapat dipadamkan total. [kmc-mtc]

Terkini