Metroterkini.com - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Melayu Serumpun 2021 dilaksanakan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat tepatnya di Kecamatan VI Lingkung dan Ulakan Tapakish.
KKN Melayu Serumpun tahun ini mengangkat tema Moderasi Beragama dan Kearifan Lokal Budaya Melayu serta diikuti oleh 15 PTKIN se- Sumatera.
Dalam hal ini mahasiswa peserta KKN Melayu Serumpun 2021 siap memberdayakan masyarakat melalui program kerja unggulan mereka.
Meski berbeda dari tahun sebelumnya yang dilaksanakan setingkat Asia Tenggara, KKN Melayu Serumpun tahun ini dilaksanakan hanya setingkat Sumatera. Hal tersebut terjadi lantaran adanya virus Covid-19 yang mewabah.
Ada pun pembagian lokasi KKN Melayu Serumpun ini terbagi ke dalam beberapa kelompok yang dibuat berdasarkan jumlah desa atau Nagari di kecamatan VI Lingkung dan kecamatan Ulakan Tapakish.
Salah satunya kelompok KKN Melayu Serumpun yang berada di nagari Pakandangan, kecamatan VI Lingkung. Kelompok ini terdiri dari mahasiswa yang berasal dari beberapa PTKIN yang ada Sumatera seperti UIN Imam Bonjol Padang, UIN Suska Riau, IAIN Curup Bengkulu, IAIN Metro Lampung dan IAIN Batusangkar.
David Renaldo selaku ketua kelompok KKN Melayu Serumpun 2021 nagari Pakandangan mengaku merasa senang mengikuti KKN Melayu Serumpun ini.
Menurutnya selain sebagai tempat pengabdian kepada masyarakat KKN Melayu Serumpun ini juga menjadi ajang silaturahmi dan kolaborasi mahasiswa antar daerah yang ada di Sumatera.
“KKN tematik serumpun sebagai wadah menyatukan kita semua dari berbagai daerah dari berbeda suku, berbeda kampus berbeda warna almamater, dan kita kumpul jadi satu dengan budaya, suku bahasa yang berbeda itu. Selain itu, kita bisa menyatu dengan masyarakat juga. Dengan menjaga komunikasi kita bisa saling berkoordinasi dengan teman-teman satu kelompok ini,” katanya saat diwawancarai, Jumat (6/8/2021).
Hingga saat ini David bersama kelompoknya telah melakukan silaturahmi dan kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat nagari Pakandangan. Seperti salah satunya berkolaborasi membuat taman dengan masyarakat Korong Ringan-ringan melalui program Dasawisma Mama Ceria.
Diketahui nagari Pakandangan merupakan salah satu nagari terluas di kecamatan VI Lingkung. Nagari pakandangan terdiri dari 5 Korong (Dusun), masing-masing Korong memiliki keadaan sosial, budaya dan geografis yang berbeda-beda.
Kendati demikian, David bersama kelompoknya akan memberdayakan masyarakat supaya dapat mengelola kekayaan dan ciri khas pada masing-masing Korong yang ada di Nagari Pakandangan melalui program yang akan dijalankannya,
Maka KKN tematik ini yang hanya sementara saja dan kita semua yang mengikuti dari mahasiswa berbagai daerah itu sementara juga di sini, kita bisa berkontribui dan membangun negeri melalui Nagari. Untuk semua program yang telah direncanakan Insya Allah bisa terlaksana.
Semoga tidak ada halangan apa pun dan juga kita bisa lebih kompak dalam segala hal bisa saling koordinasi dan kontribusi di dalam masyarakat. "Sehingga nantinya program-program ini dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan segala aspek masyarakat termasuk anak-anak,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama Wali Nagari Pakandangan mengaku sangat bersyukur dengan kehadiran mahasiswa KKN Melayu Serumpun di Nagari Pakandangan.
Menurutnya dengan hadirnya mahasiswa di Nagari pakandangan akan membawa pencerahan terutama dalam mencari solusi permasalahan yang ada di nagari Pakandangan.
“Adanya kekurangan-kekurangan di nagari nah itu adek-adek mahasiswa bisa memberikan masukan-masukannya dan apa yang harus dilakukan di nagari,” katanya saat diwawancarai.
Ia juga menambahkan hal yang tidak kalah pentingnya dengan adanya mahasiswa KKN Serumpun di Pakandangan ini adalah terjalinnya hubungan silaturahmi antara masyarakat dan mahasiswa.
Untuk itu ia berharap mahasiswa KKN Melayu Serumpun Nagari Pakandangan mampu memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran untuk membangun Nagari Pakandangan.
“Apa yang dapat di sumbangkan ke Nagari. adek-adek ‘kan udah melihat beginilah Nagari Pakandangan. Apa yang kurang, kalau begini bagaimana pak, kalo kita gini gmna pak. Kan adek-adek udah tau. Nah ituiah harapan kita di Nagari,” tutupnya.[**]