Metroterkini.com - KPA/PA Wilayah Tgk Chik Ditunoeng memperingati Milad GAM Ke 41 di Masjid Baitul Ghafur Desa Matang Drien, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, berlangsung meriah. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB ini diawali dengan doa bersama kepada para syuhada dan menyantuni anak yatim.
Panitia memperingati Milad GAM Ke 41, M.Nasir alias Manoek Nek mengatakan bahwa peringati Milad GAM ini kita laksanakan dengan Empat Sagoe, diantaranya, Sagoe Raja Sabi, Sagoe Kuta Piadah, Sagoe Kulam Meudaulat dan Sagoe Pang Nangroe.
"Dengan memperingati Milad GAM ini, kita dari KPA/PA selalu mejalankan amanah rakyat, dan ada dari kita yang sudah salah, kita meminta maaf kepada masyarakat, kami dari PA/KPA akan selalu bekerja untuk masyarakat," ujar Manoek Nek.
"Harapan kita agar seluruh eks kombatan GAM untuk kembali bersatu, dikarenakan jika kita eks kombatan GAM bersatu maka apa yang kita cita citakan akan segera tercapai".
Ismail A Jalil atau yang akrab di sapa ayah WA pada kesempatan itu mengatakan selama 30 tahun konflik di Aceh jagan disia-siakan, dan hari ini kita mengajak masyarakat Aceh untuk melaksanakan do'a bersama untuk para syuhada yang telah pulang kepada Allah SWT.
Ayah WA berharap kepada semua mantan kombatan GAM dan masyarakat jagan terprovokasj dengan isu yang dapat memecah belahkan masyarakat Aceh.
"30 tahun sudah komplik Aceh dan pada tahub 2005 lahirlah MoU Helsingki, sehingga aceh damai dengan RI dan sekarang yang sangat kita butuhkan adalah persatuan semua pihak untuk membagun Aceh kearah yang lebih baik," ujar ayah WA yang juga Ketua DPRK Aceh Utara
Dirinya berharap kepada kepada semua mantan kombatan GAM untuk bersatu dan jagan cerai berai, dengan milad GAM hari ini tidak ada pengibaran bendera Bulan bintang, yang ada hanya menyantuni anak yatim dan doa bersama.
Acara diakhiri dengan santunan anak yatim sebanyak 60 orang secara simbolis yang di serahkan oleh Ismail A Jalil dan para panglima sagoe daerah 4 Tgk Chik Ditunoeng, kemudian penyampaian Tausyiah singkat oleh Abi Abdullah dari singgah mata Kecamatan Baktiya Barat. [khaini]