Nyi Roro Kidul Tunaikan Ibadah Haji, Bergelar Hajjah Siti Syarifah

Senin, 06 Oktober 2014 - 00:00:12 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Cerita ini memang sulit diterima akal sehat, tapi tidak ada salahnya untuk menyimak pengalaman mencengangkan soal Nyi Roro Kidul menunaikan haji ke tanah suci pada tahun 2015 silam. Penguasa pantai selatan yang selama ini hanya diperoleh melalui cerita alam gaib, sang penguasa ini ternyata sudah berhaji yang dipanggil Hajjah Siti Syarifah.

Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Habib Chirzin menceritakan telah bertemu dengan Raja Ternate Sultan Mudzaffar Syah saat beribadah haji di Makkah, Arab Saudi. Pertemuan itu membawa kabar amat menarik. Sultan Mudzaffar diyakini memiliki indera keenam dan mengaku melihat Nyi Roro Kidul ikut berhaji. Dia menggunakan pakaian haji dan berjilbab.

Perginya Nyi Roro Kidul ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji berbarengan dengan para penguasa alam lain di luar manusia. Dia terlihat di antara kerumunan manusia di Padang Arafah. "Bahkan tahun 2005, ketika ada haji akbar, Nyi Roro Kidul ikut berhaji," kata profesor Bambang Pranowo, Guru Besar Sosiologi dan Antropologi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, di kediamannya, daerah Cipinang, Jakarta Timur belum lama ini. 

Sayang, hingga kini Sultan Mudzaffar belum bisa diwawancarai soal kisahnya bertemu Nyi Roro Kidul saat berhaji. "Saya sedang sakit, hubungi saya lagi nanti," ujarnya melalui pesan singkat Sabtu lalu.

Cerita soal Nyi Roro Kidul sudah bergelar hajjah ini ternyata sudah lama tersebar di kalangan spiritualis Jawa. Cerita Habib Chirzin dari Raja Ternate itu dibenarkan seorang spiritualis Jawa, rekan dari profesor Bambang Pranowo.

Kepada Bambang dia mengatakan, sudah mengetahui pergi hajinya sang ratu pantai selatan dengan gelar Hajjah Siti Syarifah. "Gelar hajinya Hajjah Siti Syarifah," ujar Bambang.

Dampak positif kabar Nyi Roro Kidul masuk Islam dan telah pergi Haji rupanya diyakini oleh orang Jawa di sekitar Gunung Lawu. Tempat yang dikenal sebagai dukun-dukun sakti itu mempercayai jika ingin menghadap sang ratu harus menggunakan pakaian muslim. 

Mereka merasa malu menggunakan pakaian yang dianggap belum mencerminkan busana muslim. Bahkan orang-orang di sekitar Gunung Lawu mulai belajar agama Islam. "Ada yang beda saat ini. Kalau dulu hanya pakai kemben atau kebaya, kini mereka pakai pakaian muslim lengkap dengan jilbab," tutur Bambang. 

Bahkan sang ratu dalam perwujudannya sudah tak lagi memakai kemben seperti dalam lukisan. Dia kini menutup semua auratnya, termasuk memakai jilbab setelah berhaji. [mrd]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT