KPK Diminta Usut Penerima Paket di Bina Marga PU Riau

Senin, 06 Oktober 2014 - 00:00:08 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Sedikitnya tujuh perusahaan yang menerima paket di bidang Bina Marga Dinas Pekerjaaan Umum (PU) terkasuk PT Citra Hokian Triutama, perusahaan yang diduga milik tercekal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Edison Marudut Siahaan.

PT Citra Hokian Triutama dalam tahun 2014 ini mendapatkan 3 paket pekerjaan (proyek) di Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau, yaitu proyek peningkatan jalan Teluk Meranti-Cirenti dengan harga penawaran Rp18.543.501.215,-, peningkatan jalan Lubuk Jambi-SP Ibul-SP IFA dengan harga penawaran Rp4.722.366.838,- dan peningkatan jalan Simpang Lago-Simpang Buatan dengan harga penawaran Rp2,741.335.622,- 

Syakirman  dari Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (AKSI) menyampaikan, jika KPK ingin mengusut tuntas kasus korupsi Gubri Annas dan Gulat Manurung, mulai lah memeriksa dan memanggil pimpinan ketujuh perusahaan tersebut. 

“Apalagi PT Surya Gemilang Indah dengan penanggungjawab Leoni, perusahaan ini pernah masuk daftar hitam berdasarkan keputusan Mahkamah Agung. Tetapi anehnya, tahun ini mereka kembali mendapatkan 8 paket pekerjaan sekaligus,’’ pungkasnya.

“Adanya tujuh perusahaan yang memonopoli pekerjaan di Bidang Bina Marga PU Riau menguatkan, penangkapan Annas Maamun dan Gulat Manurung tidak satu kasus alih fungsi lahan, tetapi juga ijon proyek. Buktinya, penanggungjawab PT Citra Hokian Tiutama, Edison Marudut Siahaan juga dicekal KPK setelah Annas dan Gulat ditahan,’’ kata Syakirman  menambahkan.

Selain PT Citra Hokian Triutama, KPK semestinya memanggil pemilik enam perusahaan monopoli di Dinas PU Riau. Keenam perusahaan itu, di antaranya Grup PT Surya Gemilang Indah (8 paket proyek senilai Rp45 miliar), Grup PT Riau Bumi Bina Makmur (3 paket Rp42,8M), Grup PT Lutvindo Wijaya Perkasa (3 paket Rp40,7 M), grup PT Trifa Abadi (8 paket Rp33,75 M), Grup PT Inti Indokomp (5 paket Rp29,8 M) dan Grup PT Hasrat Tata Jaya yang mendapatkan 6 paket dengan harga penawaran Rp29,08 miliar. 

Sebagaimana diketahui Wakil Bendahara Partai Demokrat Riau ini memang memiliki kedekatan dengan tersangka penyuap Gubernur Riau (Gubri) Annas Maamun, yakni Gulat Medali Emas Manurung. [din]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT