Truk Kontainer Seruduk Tiga Rumah, Sopir Tewas di Tempat

Jumat, 03 Oktober 2014 - 00:00:17 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Jalur Jambu-Ambarawa yang menghubungkan Semarang dengan Magelang atau Yogyakarta yang kerap disebut jalur tengkorak kembali memakan korban. Setelah tiga hari lalu sebuah minibus bertabrakan dengan truk hingga menewaskan seorang sopir minibus, hari ini, Jumat (3/10/2014) dinihari, sebuah truk kontainer B 9171 UEI menabrak tiga rumah warga di Desa Dedor, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. 

Akibat kejadian ini, sopir truk kontainer, Hendra (40), warga Jakarta, tewas di lokasi kejadian dengan kondisi yang mengenaskan. 

“Kejadiannya sekitar pukull 05.00 Wib. Diduga sopir mengantuk. Kata temannya, sopir sempat istirahat sebentar tapi kemudian jalan lagi. Padahal sudah diingatkan temannya karena terlihat masih mengantuk tapi dia tetap melanjutkan perjalanan,” ungkap Kasat Lantas Polres Semarang AKP Alil Rinenggo. 

Berdasarkan informasi, truk naas tersebut melaju dari arah Temanggung menuju Ambarawa. Truk tujuan Jakarta itu sempat berhenti sejenak di daerah Jambu untuk sekedar istirahat sembari mendinginkan ban. Tidak berapa lama, sopir kembali melanjutkan perjalanan dengan kecepatan sedang. 

Seusai melintas di turunan Ketekan, korban terlihat tak mampu mengendalikan laju truk yang dikemudikannya. Terlebih di jalur tersebut ada tikungan ke kanan yang cukup tajam. 

Diduga karena mengantuk, korban bukannya membelokkan kemudi ke kanan, truk malah berjalan lurus dan menabrak tiga rumah yang ada di pinggir jalan. Kendaraan baru berhenti setelah masuk ke parit. 

“Tiba-tiba kami mendengar suara braakkk cukup keras dari arah depan rumah. Ternyata ada kontainer yang nabrak. Beruntung kami saat kejadian sedang ada di bagian belakang rumah sehingga sekeluarga selamat,” tutur Prayitno (40) salah satu pemilik rumah. 

Sejumlah warga yang mendengar benturan keras tabrakan langsung berhamburan keluar untuk menolong korban. Namun naas, Hendra mengalami luka yang cukup parah di bagian perut dan dada akibat benturan keras. Jiwanya tak mampu tertolong dan meninggal di tempat. 

Akibat kejadian itu, arus lalu lintas kedua arah sempat tersendat karena banyak pengguna jalan yang berhenti untuk melihat korban dan bangkai truk. Pemindahan bangkai truk dan jasad korban dilakukan oleh petugas kepolisian dibantu warga. Mereka bekerja ekstra keras untuk memindahkan bangkai kendaraan ke tempat yang lebih aman sekaligus meminimalisir kemacetan akibat sulitnya proses evakuasi. [kmc]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT