Kades Suram Terakwa Pencabulan Terancam 15 Tahun Kurungan

Ahad, 28 September 2014 - 00:00:18 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Pengadilan Negeri Bangkinang menggelar sidang perdana terhadap terdakwa Sabaruddin, Kamis (25/9) lalu. Terdakwa hanya sendiri dalam ruang sidang, tanpa didampingi kuasa hukumnya untuk memberi pembelaan.

Tampaknya, kasus yang melilit mantan Kepala Desa Suka Ramai Kecamatan Tapung Hulu ini jadi perhatian PN Bangkinang. Sidang itu dipimpin langsung oleh Ketua PN Bangkinang Suharno selaku Ketua Majelis Hakim. Didampingi dua hakim anggota, Arie Andhika Adikresna dan Nurafriani Putri. 

Sidang itu diagendakan untuk mendengar dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Bangkinang, Heri Prihariyanto dan Agung Irawan. Sidang itu berlangsung tertutup karena termasuk perkara asusila.

Humas PN Bangkinang Arie Andhika mengatakan, JPU mendakwa terdakwa dengan Pasal 81 Ayat 2 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP. "Terdakwa diancam hukuman tiga tahun. Maksimal 15 tahun dan denda minimal 60 juta, maksimal 300 juta," paparnya merunut dakwaan, Jumat (26/9).

Arie menjelaskan, terdakwa dan korban Sn (18) awalnya membikin janji untuk pergi ke sebuah tempat hiburan Karaoke di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Namun, terdakwa malah membawa korban ke salah satu lokalisasi di Desa Suka Ramai Kecamatan Tapung Hulu. Lokalisasi itu bernama Bukit Mas.

Kemudian, terdakwa meminta pemilik cafe menyediakan kamar. "Saat itu, terdakwa mengajak korban berhubungan badan. Tapi korban menolak karena sedang haid," kata Arie. Meski begitu, lanjut dia, terdakwa tetap membujuk korban.

Akhirnya, korban pun mengikuti permintaan terdakwa. Setelah itu, terdakwa lantas meninggalkan korban di dalam kamar. Keesokan harinya, terdakwa kembali menemui korban di lokalisasi dan meminta untuk berhubungan badan lagi.

"Korban kembali menolak karena masih haid. Terdakwa bilang akan tanggung jawab kalau hamil. Korban pun kembali melayani terdakwa," jelas Arie. Selang beberapa lama, korban pun mengandung. Dibuktikan dengan hasil visum dokter. 

Menurut Arie, berdasarkan dakwaan, terdakwa melakukan hubungan intim dengan korban sebanyak dua kali. Dikatakan, sidang akan dilanjutkan pekan depan, Kamis (2/10). Agendanya untuk mendengar tanggapan terdakwa terhadap dakwaan. [ang] 


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT