Anas Terpidana 8 Tahun Tantang Hakim Sumpah Laknat

Rabu, 24 September 2014 - 00:00:16 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Terpidana kasus gratifikasi proyek Hambalang Anas Urbaningrum menilai vonis delapan tahun penjara yang dijatuhkan kepadanya tidak adil. Dia pun mengajak, hakim untuk melakukan sumpah mubahalah (sumpah laknat). 

Sumpah mubahalah berasal dari kata bahlah yang bermakna kutukan atau melaknat. Mubahalah menurut istilah adalah dua pihak yang saling memohon dan berdoa kepada Allah supaya melaknat dan membinasakan pihak yang batil atau menyalahi kebenaran.

"Saya menyampaikan kepada majelis  hakim, dan jaksa, agar kalau jaksa penuntut umum yakin dengan tuntutannya dan majelis yakin dengan putusannya mari melakukan mubahalah. siapa yang tidak benar harus siap dikutuk," kata Anas, usai persidangan, Rabu (24/9/2014).

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu yakin, kebenaran akan terungkap di kemudian hari. "Keadilan tertinggi urusan Tuhan," ujar Anas.

Dikatakan Anas, memang pada mulanya kebenaran diremehkan, kebenaran tidak dianggap, kebenaran ditertawakan, lama-lama kebenaran dilawan dan diserang dengan segala cara. "Tapi kebenaran akan menang. Itulah yang akan saya lakukan dengan sungguh-sungguh," ungkapnya.

Selain itu, Anas juga mengajak kerabatnya untuk tidak reaktif menanggapi putusan tersebut. "Tidak perlu sedih, menangis, tidak perlu marah, ini situasi yang tidak mudah. Ini bukan waktunya berpikir tentang kesenangan. Ini waktunya untuk memelihara keberanian memelihara daya tahan dan konsistensi perjuangan," pungkasnya. [ok]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT