Proyek Taman Gedung DPRD Pekanbaru Diduga Langgar Perpres

Selasa, 23 September 2014 - 00:00:07 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Untuk menyambut anggota DPRD Kota Pekanbaru, Sekretariat Dewan (Sekwan) melakukan pembenahan. Mulai dari perbaikan taman, trotoar hingga pemasangan neon light di pintu masuk gedung Wakil Rakyat Kota Pekanbaru pun dilakukan.

Sayangnya, proyek pemeliharaan dan renovasi taman dan lain-lain itu dinilai misterius atau siluman karena tidak memajang papan nama proyek.

"Seperti pepatah, semut di seberang lautan tampak, tapi gajah di kelopak mata tak kelihatan. Coba saja kalau proyek di tempat lain seperti itu, pasti anggota dewan yang paling duluan memprotesnya," kata Candra, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (AKSI) Riau menyikapi pengerjaan proyek pemeliharaan gedung, Senin (22/9/14).

Ditegaskan Candra, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang nama proyek fisik yang dibiayai pemerintah, wajib mencantumkan plang nama proyek. 

"Seluruh proyek proyek yang namanya uang negara, mau rehab, mau baru, mau kecil, mau besar itu diatur Perpres nomor 70 tadi, semua itu harus terbuka, transparan biar dilihat oleh masyarakat umum. Makanya wajib memasang papan pengumuman resmi yang bisa dilihat oleh masyarakat. Papan pengumuman resmi ini ya itu, plang nama proyek,” tukasnya. 

Tambah Candra, kalau plang nama proyek itu tidak ada, bisa dikatakan itu proyek "siluman", yang dasarnya mungkin "diakal-akali" juga. 

Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Pekanbaru Ahmad Yani yang dikonfirmasi soal itu memilih bungkam. Pesan SMS yang dikirim tidak dibalasnya. [rt-yar]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT