NWR Dulu dan Sekarang, Serupa Tapi Tak Sama

Ahad, 21 September 2014 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Setelah banyak melakukan pengusuran di sejumlah wilayah di Pelalawan, Tokoh ninik Mamak Bathin Balabi mengungkapkan sejarah keluarnya izin PT. Nusa Wahana Raya (NWR), Awalnya pertama yang mengarap hutan ini PT. Siak Raya Timber, perusahaan ini berdasarkan izin hanya boleh mengabil kayu alam, sesuai dengan izinnya.

"Diareal ini ada konpensasi kepada masyarakat 60 per 40 sesuai luas lahan ini 83.000 ha, dari ini semua lahan mereka, ketentuannya kayu boleh ditebang ukuran diatas 30 up, kenyataannya mereka mebabat semua dan dijual ke RAPP, Izinnya IUPHHK-HA bukan HTI," Jelasnya.

Disebutnya setelah Hutan ini rusak pada zaman Presiden Suharto maka lahan ini akan dihijaukan kembali, atau Reboisasi.

"Pada saat itu, Siak Raya berjanji akan menanam dengan pola Transmigrasi, seluas 21.000 Hektar, caranya dengan menunjuk NWR untuk menjalankan Reboisasi ini diatas lahan Siak Raya Timber dengan Badan Hukum Patungan, itu antara Inhutani dan NWR, ini group mereka juga," Bebernya.

NWR yang mengeola dana Reboisasi dengan pola 60 per 40, seiring itu banyak NWR mebuat kerja sama dengan sejunlah perusahaan dengan perjajian, sistim Join Venture Join Operasinal (JVJO) yang mana pemgelolaaannya sarana HTi ini dikelola RAPP, dengan ketentuan Akasia itu dijual kepada RAPP. Sesuai dengan kesepakatan harga bersama.

"Entah kenapa Akasia ini terdengar tidak jadi dijual ke RAPP, kabarnya bahan bakunya ini tiba - tiba dijual ke Indah Kiat, terdengar alasan teknis, dan akhirnya tahun 2008 akhir, RKT (Siak Raya) dipanenan dijual ke Indah Kiat dan selajutnya Siak Raya diambil alih oleh RAPP, disinilah prosesnya take over," Jelasnya.

Maka mulai RAPP melakukan penanaman pada areal tanaman Akasia Industri PT. Siak Raya (nwr) mulai menaman tahun 2008 yang selajutnya, disitulah dilakukan NWR ini menjadi milik koorperasi PT. RAPP,  sampai saat ini.

"Dulu NWR milik Siak Raya group sekarang NWR milik RAPP group," Tukasnya.

Memperjelas sejarah ini, Humas NWR sekarang Niko menyebutkan mereka telah menjalankan semua SK Menhut 444 tahun 1997 dengan benar, namun tidak disebutnya apakah NWR dulu telah semua menjelaskan duduk permasalahaanya dengan masyarat saat ini, karena ada beberapa perjanjian dengan masyarakat yang terkesan tidak di Take Overkan, hingga kini banyak pertikaian.(basya)

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT