Oknum Guru Ngaji di Pelalawan Cabuli Muridnya

Senin, 15 September 2014 - 00:00:21 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Seorang siswa SDN 006 KM 54 desa Segati Kecamatan Langgam menjadi korban nafsu bejat oknum guru ngaji. Tak terima anaknya diperlakukan tidak senono oleh aksi pelaku. Orang tua korban Nardi (38) bersama RT setempat, Senin (15/9/14) meminta aparat kepolisian menangkap pelaku.

"Kami berharap secepatnya, aparat penegak hukum mengungkap pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal terhadap aksi tidak senono yang dilakukan oleh pelaku. Sebab aksi pelaku ini sudah sangat meresahkan masyarakat," terang Naldi bersama putrinya yang menjadi korban pelecehan seksual didampingi ketua RT KM 52 desa Segati yang mendatangi Media Center kantor Bupati Pelalawan.

Kepada sejumlah awak media Nardi, menceritakan awal mula kejadiannya yakni ketika anaknya, melakukan aktivitas pengajian disebuah Mushallah yang berada di KM 52 desa Segati. Pada suatu malam, oknum guru bernama Muhammad Tasno (41) mengajak korban keluar musallah.

Digelapan malam yang sunyi, Tasno mengajak korban berdua-duaan. Berbagai alasan pelaku membujuk korban mengikuti perintah sebagai bahan untuk kepentingan pengajian. Tak pelak, korban melakukan aksi tidak senono diluar batasan.

Setelah puas melakukan aksinya, korban diancam pelaku untuk tidak menceritakan aksi dia kepada siapapun termasuk orang tua. Namun, korban yang begitu lugu. Setelah sampai dirumah langsung memberitahu kepada orang tuanya.

Atas tindak ini, sebut Nardi dia sudah membuat laporan kepada Mapolres Pelalawan pada tanggal 8 September 2014 yang lalu, seraya berharap agar pelaku secepatnya dihukum. "Sebetulnya peristiwa ini sudah kita laporkan kepada Mapolres Pelalawan," paparnya.

Aksi bejat oknum guru ngaji ini imbuh Nardi, bukan saja diderita oleh putrinya, juga anak warga yang mengalami nasib yang sama. "Iya bukan anak saya saja yang menjadi korban, anak-anak warga yang lain juga mengalami nasib yang sama," tandasnya seraya mengatakan jika tidak secepatnya di tindak bakal banyak lagi korban yang lain. [fb]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT