Enam Jam Tanpa Aktivitas, Gunung Slamet tetap Siaga

Ahad, 14 September 2014 - 00:00:12 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Aktivitas vulkanik Gunung Slamet mereda, Minggu, 14 September 2014. Dalam enam jam terakhir sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, tidak terjadi gempa.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sudrajat mengatakan, aktivitas terkini gunung yang mengitari wilayah Kabupaten Pemalang, Brebes, Tegal, Banyumas, dan Purbalingga, berangsur turun.

Dari visual yang terjadi sejak enam jam terakhir, cuaca di sekitar Gunung Slamet terlihat cerah, angin berembus sedang ke arah barat. Embusan asap juga terlihat tipis dengan tinggi 50 meter.

"Aktivitasnya cenderung turun. Meski masih berada di status siaga level III," kata Sudrajat kepada VIVAnews.

Bahkan, status kegempaan yang biasa terjadi, selama enam jam terakhir justru nihil. Tidak seperti pantauan enam jam sebelumnya. Kegempaan masih sering terjadi.

Bahkan, pada Sabtu 13 September 2014, sekitar pukul 03.00 WIB, Gunung Slamet terlihat mengeluarkan lava pijar dan disusul dengan luncuran meterial abu vulkanik. Kondisi itu bahkan mengakibatkan sejumlah desa di dua kecamatan di Brebes, Jawa Tengah, kembali dihujani abu vulkanik.

Pada rentan waktu dinihari itu, pantauan di Pos Pengungsian Desa Dauhan, Brebes, letusan Gunung Slamet yang disertai suara dentuman itu terdengar hingga mencapai radius 15 kilometer. Ratusan warga yang khawatir dengan letusan tersebut berhamburan keluar rumah.

Warga datangi pos pantau

Meski secara drastis mengalami penurunan dan terlihat tenang pada Sabtu dan Minggu ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api Slamet Gambuhan, masih ramai didatangi warga dari berbagai daerah yang penasaran untuk mengetahui perkembangan terkini.
"Penasaran dengan kondisi Gunung Slamet karena kemarin sempat terjadi letusan asap, walaupun sekarang terlihat tenang tapi masih khawatir," kata Sumiyati warga Purbalingga yang datang ke pos pengamatan Gambuhan, Pulosari, Pemalang, Jawa Tengah.

Hasil pemantauan yang dilakukan oleh tim tanggap darurat, aktivitas gunung tertinggi di Jawa Tengah ini relatif tenang atau mengalami penurunan yang cukup signifikan, hanya teramati embusan asap putih. Dari sisi kegempaan pun tidak muncul, hal tersebut terlihat pada hasil rekaman seismograf berupa garis lurus.

Hendra Gunawan, kepala Sub Bidang Pengamatan Gunung Api, mengatakan, pada status siaga apa saja bisa terjadi karena masih di atas normal, aktivitas tersebut masih tinggi karena dalam level Siaga.
 
"Dari sisi kegempaan memang sudah tidak terekam, namun hasil pemantauan tubuh gunung masih mengalami kembang kempis atau terjadi inflasi sekitar dua sentimeter," katanya. [din]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT