Habiskan Stok, Nissan X-Trail Lawas Diskon Rp75 Juta

Ahad, 14 September 2014 - 00:00:09 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - PT Nissan Motor Indonesia secara resmi meluncurkan All New X-Trail di pasar otomotif nasional. Hadir  dengan segala perubahan, mobil ini ditargetkan dapat laku terjual 1.000 unit perbulan.

Menurut Vice President Director PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Teddy Irawan, meski hadir model baru, model X-Trail lawas rupanya masih tersedia. Kendati demikian, ia menyatakan jumlahnya tak banyak.

"Untuk seluruh Indonesia hanya ada sekitar 100-200 unit lagi," kata Teddy kepada wartawan di Jakarta, Jumat 12 September 2014. Untuk menghabiskan stok yang tersisa, X-Trail generasi kedua kini dijual dengan diskon yang cukup fantastis.

Hal ini pun dibenarkan Sales Executive Nissan, Aries Tianto. Iming-iming potongan harga di beberapa diler, cukup tinggi, yakni mencapai Rp75 juta.

"Tapi hanya X-Trail yang harganya Rp399 juta sama yang Rp410 juta atau yang mesin 2.500cc dengan tipe Urban dan Extremer," ungkap Aries Tianto.

Lebih lanjut, Aries menyatakan, untuk Nissan X-Trail mesin 2.000cc saat ini stoknya tinggal sedikit.

Untuk pasar Indonsia, Nissan menawarkan tiga varian X-Trail terbaru dengan harga spesial, yakni 2.0 L MT yang dijual Rp355 juta, 2.0 L CVT sebesar Rp385 juta, dan juga 2.5 L CVT sebesar Rp403,5 juta.
Harga ini rupanya tak akan belangsung lama, lantaran Nissan akan segera menaikkan harga All New X-Trail sebanyak Rp28 juta.

Tak ada Diesel

Berbagai kendaraan dengan mesin diesel diciptakan para produsen mobil dunia. Respon pasar meningkat, seiring banyaknya pelaku industri yang juga giat menghadirkan mobil dengan mesin diesel.

Akan tetapi hal itu rupanya tidak berlaku bagi All New X-Trail. PT NMI menyatakan hanya akan menghadirkan tiga varian dengan mesin bensin; yakni 2.0 L MT, 2.0 L CVT, dan 2.5 L CVT.

Menurut General Manager Marketing Communication & Product Planning NMI, Budi Nur Mukmin, salah satu alasan NMI tidak menghadirkan X-Trail versi diesel karena kualitas solar di Tanah Air yang buruk.

"Untuk teknologi (diesel) kita siap. Tapi kita saat ini sedang mempelajari dan mencoba menantikan apakah varian diesel sesuai untuk pasar di Indonesia," kata Budi. [vvn]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT