Massa BP2A Tuntut Gubernur Aceh Mundur

Senin, 08 September 2014 - 00:00:14 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Ribuan massa yang tergabung dalam Badan Penyelamat Pemerintah Aceh (BP2A), Senin (08/09) melakukan aksi demo di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh. Ada beberapa poin yang ingin dituntut dalam aksi ini. Selain mendesak Gubernur Aceh Zaini Abdullah untuk mengundurkan diri dari jabatannya, mereka juga mendesak DPR setempat mengevaluasi kinerja Kepemerintahan dibawah Zikir.

Pantauan media ini, massa yang tiba sekitar pukul 10.30 WIB itu langsung memadati jalan utama Tgk. Daud Beureuh,  tepatnya depan kantor DPRA. Massa ini didominasi oleh masyarakat korban konflik, janda-janda korban konflik, anak yatim korban konflik dan berbagai elemen masyarakat.

Para pelaku aksi juga membawa berbagai poster kecaman terhadap kebobrokan dan kegagalan Pemerintah Doto Zaini selama dua tahun kepemimpinannya dinilai belum ada perubahan yang dilakukan. Salah satu poster terlihat ada tulisan "Istri Zaini Bukan WNI, Zaini membangun dinasti, Kami ingin dipimpin oleh orang-orang mengabdi untuk rakyat, Zaini mundur UU PA terealisasi, Zaini harus mundur, Kami tidak mau dipimpin oleh penghianat" begitu tulisan diposter-poster itu.

Para pendemo tak mau bubar sebelum mendapat respon dari DPRA. Hingga akhirnya mereka memaksa memasuki halaman kantor perwakilan rakyat itu. Salah satu anggota DPRA, Tgk. Harun dan Tgk. Ermiadi dari Fraksi Partai Aceh serta Sekwan DPRA keluar tiba-tiba dari gedung tersebut. Kedua anggota DPR ini mencoba merespon tuntutan pendemo.

"Pimpinan DPRA sudah berkomunikasi dengan gubernur dan meminta gubernur untuk meluangkan waktu bertemu langsung dengan rakyatnya. Tapi belum ditentukan kapan waktu pastinya," terang Tgk. Harun kepada sejumlah massa ditengah situasi yang hangat itu.

Fraksi Partai Aceh menyatakan akan mendukung penuh tuntutan aksi. Bahkan Partai Aceh berjanji akan berusaha dan membantu untuk menuntaskan aspirasi rakyat Aceh.

Penanggungjawab aksi, Muzakir Reza Pahlevi mengungkapkan, beberapa poin tuntutan itu harus diselesaikan oleh DPR demi mewujudkan kesejahteraan rakyat Aceh. Dia menambahkan, BP2A memberi waktu 3 hari untuk menuntaskan poin-poin tersebut.

"Kita sudah dengan dari Tgk. Harus selaku Ketua Fraksi Partai Aceh akan mendukung dan memfasilitasi aspirasi kita, kami beri waktu hingga tanggal 10 untuk menepatinya kalau tidak maka kami akan datang lebih banyak lagi," pungkas Muzakir.

Dalam tuntutanya massa aksi menuntut beberapa poin, diantaranya, mendesak DPR untuk menyelesaikan beberapa permasalahan yang terjadi di Aceh, mendesak DPR mengevaluasi kinerja Pemerintah Aceh.

Dan, mendesak DPR membentuk tim panitia khusus (pansus) untuk pemakzulan Gubernur Aceh. BP2A juga menuntut Pemerintah Aceh membentuk tim khusus untuk melanjutkan perjuangan butir-butir perdamaian Aceh seperti yang tertuang dalam MoU Helsinki. Seperti dipantau media ini, pendemo bubar sekitar pukul 16.00 WIB setelah mendapat respon sementara dari DPRA. [Jamal]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT