Kasus DBD Bengkalis Meningkat, Diskes Hanya Andalkan Abate

Ahad, 31 Agustus 2014 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Dinas Kesehatan mengaku  sudah melakukan langkah fongging di lokasi yang terdapat  penderita DBD dan sudah mendsitribusikan serbuk abate untuk membunuh jentik nyamuk ke semua Puskesmas untuk dibagikan ke masyarakat. Imbauan ke masyarakat melalui mobil keliling agar menjaga kebersihan lingkungan juga sudah dilakukan.

Walau demikian, langkah yang sudah dilakukan Dinas Kesehatan dinilai tidak terlalu efektif untuk memberantas tumbuh kembang nyanyamuk aedes aegypti, jika tidak diiringi dengan upaya masyarakat untuk melakukan pembersihan sarang nyamuk (PSM) .

"Perlu upaya nyata dari masyarakat  untuk melakukan 3M, menguras bak mandi minimal 1  kali seminggu , menutup dan membubuhkan abate di tempat penampungan air minum serta mengubur batang-barang bekas  seperti kaleng bekas dan lainnya yang mungkin dapat menjadi tempat perindukan nyamuk. Sejauh ini obat penyakit DBD belum ada dan vaksin untuk pencegahannyapun juga belum ada. Karena itu satu-satunya cara untuk memberantas penyakit ini hanyalah dengan mengurangi populasi jentik aedes aegypti dengan 3M  Plus," ujar Kadis Kesehatan Kabupaten Bengkalis melalui Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Lingkungan, Irawadi didampingi Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Ediyanto, belum lama ini.

Menurut data yang ada di Dinas Kesehatan Bengkalis, pada minggu kedua Juli 2014 terjadi peningkatan kasus DBD dan mengarah pada KLB  di 4 kecamatan. Yakni Bengkalis, Bantan, Siak Kecil dan Bukit Batu.

Hal ini didukung dengan meningkatnya curah hujan yang mengakibatkan banyak genagan air yang merupakan tempat bertelurnya nyamuk aedes aegypti.

"Bagi masyarakat yang belum mendaparkan bubuk abate, bisa meminta ke Puskesmas terdekat. Jangan khawatir tak ada pengaruh bagi kesehatan maupun rasanya jjka tampungan air minum dibubuhi abate. Yang pasti upaya fogging tidak terlalu efektif untuk memberantas tumbuh kembang nyamuk. Fogging itu yang mati hanya induk nyamuk," tambah Ediyanto. [rdi]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT