Korupsi Bhakti Praja, Wabup Pelalawan Ditahan Jaksa

Kamis, 28 Agustus 2014 - 00:00:07 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Setelah melalui proses pajang, akhirnya berkas perkara tersangka Korupsi Bhakti Praja, Marwan Ibrahim Wakil Bupati Pelalawan tuntas, Kamis (28/8) siang dan langsung ditahan oleh penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

"Setelah proses administrasi selesai, tersangka langsung kita tahan," terang Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Amril Rigo SH MH, kepada wartawan di Pekanbaru (28/8).

Marwan Ibrahim telah merugikan negara sebesar Rp 38 miliar, atas perbuatanya, tersangka dijerat Pasal 2 jo Pasal 3 Undang Undang RI no 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi.

Seperti diketahui, kasus yang melibatkan Marwan Ibrahim ini, terjadi tahun 2007 hingga 2011 lalu. Dimana semasa dirinya menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pelalawan. Marwan Ibrahim terlibat pengadaan perluasan tanah untuk perkantoran Bhakti Praja.

Tersangka telah menandatangani pembayaran untuk pembebasan lahan tersebut sebesar Rp500 juta. Namun tidak bisa mempertanggung jawabkan penggunaannya. Padahal, dana itu bersumber dari kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Pelalawan tahun 2002.

Untuk pembangunan perkantoran Bhakti Praja, Pemerintah Kabupaten Pelalawan membeli lahan kebun kelapa sawit milik PT Khatulistiwa Argo Bina, Logging Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di kawasan Dusun I Harapan Sekijang, seluas 110 hektare dengan harga Rp 20 juta per hektare.

Permasalahan timbul dalam pembebasan lahan tanah perkantoran tersebut. Pada 2002, lahan pernah dibebaskan dan diganti rugi oleh Pemkab Pelalawan. Ganti rugi ini dilakukan lagi dari 2007 hingga 2011. Akibatnya, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp38 miliar.

Sebelumnya beberapa pejabat Pemkab Pelalawan sudah dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Mereka yang telah divonis, mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pelalawan Syahrizal Hamid, mantan Kadispenda Pelalawan Lahmuddin, mantan staf BPN Pelalawan Tengku Alfian Helmi, mantan Kabid BPN Al Azmi, dan Rahmad. [din-rt]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT