Jokowi Janji pada Paspampres Tetap Terus Blusukan

Sabtu, 23 Agustus 2014 - 00:00:07 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Joko Widodo telah resmi mendapatkan pengawalan dari Paspampres, setelah MK menolak gugatan kubu Prabowo-Hatta. Lalu apa jadinya bila pria yang selama ini dikenal luwes dalam melakukan kegiatan lapangan ini, mendapatkan pengawalan ketat dari Paspampres?

Selama menjadi kepala daerah, terutama saat memimpin DKI Jakarta, Jokowi dikenal dengan kebiasaannya melakukan blusukan. Dia menyusuri gang-gang kecil, menyapa ramah warga, mengecek kondisi di lapangan dan tak jarang menindak tegas pegawai yang bekerja tidak becus.

Gaya Jokowi yang satu ini bisa terancam tak bisa dilakukan kala dia resmi menjalankan tugas sebagai kepala negara. Sebagai presiden, Jokowi akan mendapatkan pengamanan ketat dari Paspampres, sebagaimana diamanatkan dalam ketentuan yang ada.

Lalu bagaimana jadinya nanti ketika Jokowi resmi menjabat sebagai presiden? Baik Jokowi maupun pihak Paspampres, sama-sama memberi sinyal aktivitas blusukan akan tetap bisa dilakukan.

Jokowi mengatakan, dirinyalah sebagai Presiden RI yang berhak untuk mengatur keprotokolan. "Wong namanya itu kan kita yang ngatur. Masa saya yang diatur Paspampres. Masa saya yang diatur protokol. Nggak kebalik?" kata Jokowi di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (22/8).

Jokowi sendiri mengatakan, belum mengetahui soal rencana pergantian pengawalan oleh Paspampres. Untuk saat ini, Jokowi masih dikawal oleh beberapa petugas dari Polri.

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, dirinya tidak akan berubah meskipun dia adalah seorang presiden. Dia mengatakan akan tetap melakukan blusukan untuk mengetahui secara langsung problem di masyarakat.

"Saya itu, ya nggak berubahlah, masih seperti ini. Biasa saja, sama seperti dengan dikau-dikau," ujar Jokowi menunjuk ke wartawan di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kemarin.

Jokowi mengatakan, dengan sikap blusukannya itu, dirinya akan jadi lebih mudah mencari tahu problem yang terjadi di masyarakat. "Justru kita ini bisa mensosialisasikan program dengan mudah. Kalau ada masalah, bisa menyampaikan secara cepat," katanya.

"Kita punya SOP, tapi tidak menghilangkan dari standar maksimum. Jadi kita fleksibel, tapi standar maksimum keamanan kita tidak akan kurang," kata Asisten Operasi Komandan Paspampres, Kolonel Achmad Budi Handoyo kepada wartawan usai serah terima pengamanan kepada TNI di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jumat (22/8).

Budi menerangkan, pihaknya punya pengalaman memberi pengamanan dan pengawal beberapa presiden. Katakan yang mirip gaya Jokowi, yaitu presiden Gus Dur. "Kita ingat dulu Bapak Gus Dur, Habibie, kita menyesuaikan dan adaptasi dengan kegiatan tersebut," ujarnya.

Karenanya, Budi mengatakan, pihaknya akan berkomunikasi langsung dengan Jokowi soal pengaman dan pengawalan yang akan diterapkan. "Jelas pasti kita akan koordinasi. Sistem pengamanan kita adalah maximum security, tapi nyaman," kata Budi. [dok]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT