Aktivitas Perambahan Hutan Riau Terus Berlanjut

Selasa, 19 Agustus 2014 - 00:00:05 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Ditudingan kepeda pejabat setempat yang setengah hati dalam memberantas perambahan hutan serta ilegal logging disampaikan Ketua DPD LSM Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintah Pusat dan Daerah (PKA/PPD) Propinsi Riau.

Menurutnya, Mabes Polri ataupun Kementrian Kehutanan turun langsung meninjau lokasi penebangan liar selama ini tidak terlalu memberikan dampak dalam pemberantasan kegiatan perambahan dan ilegal login. "Kalau ini dibiarkan hutan menjadi gundul. Pemerintah pusat harus segera turun tangan" kata Taufik Ketua PKA/PPD Propinsi Riau, Selasa (19/8).

Menurut Taufik, hasil olahan kayu diduga tidak berizin, dipakai bahan jadi berupa bantalan kertas pabrik Riau Pulp atau RAPP. Akibat penebangan secara liar, banyak hewan satwa mati percuma. "Tempat Perlindungan bagi hewan satwa itu sudah mulai tidak ada, coba perhatikan, gajah,harimau dan lainnya terus mengalami kematian," akunya.

Hasil pantauan Metroterkini.com, ratusan tual kayu alam atau kayu diduga ilegal berada di Shawmill, Desa Teratak Buluh dan Desa Simalinnyang Kabupaten Kampar, Riau masih terus menjalankan aktivitasnta. Meski diyakini aparat setempat mengetahui, namun diduga kuat operasi pembalakan liar sengaja menjadi pembiaran bahkan menjadi ladang upeti bulanan.

Meski sudah dijelaskan pada Pasal 50 ayat (1), ayat (2), ayat (3) huruf (e) UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 50 miliar, namun tetap saja pembalakan liar terjadi. [bas]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT