Yahya Mengaku Siap Pegang Pimpin PWI Pelalawan

Selasa, 19 Agustus 2014 - 00:00:04 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Perwakilan Pelalawan Yahya ketika dihubungi dikediamannya di Jalan Guru, No; 87 Kota Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan, Riau, mengatakan dirinya siap pimpin PWI Pelalawan kedepan.

Hal ini terkait akan berakhirnya masa jabatan yang dipimpin oleh Ketua terdahulu Jhon Hendri Anuar, S.ag, dalam wancara khusus ini Yahya berkeinginan PWI menjadi salah satu organisasi Sosial ini mengedepankan berkiprah membangun Pelalawan kedepan.

"Saya siap maju, karena saya menilai Pelalawan membutuhkan PWI untuk kemajuan derah ini," Jelasnya di ruangan kantornya.

Selain ingin berkiprah untuk daerah ini, Yahya menyebutkan kesejahtraan anggota menjadi salah satu keinginannya, karena Wartawan yang tergabung di organisasi ini dinilainya kurang sejahtra, apalagi pribadi anggota ini dinilainya sudah cerai - berai karena sibuk memikirkan dapur masing - masing.

"Mungkin karena memikirkan diri dan keluarga masing - masing, anggota kita terlihat bercerai berai, dan ini menjadi salah satu program saya ingin memimpin organisasi yang banyak beranggotakan wartawan yang Idealis ini," Jelasnya.

Mengenai saingannya yang banyak dari kaum muda Yahya mengaku tidak gentar, karena selain dirinya memilik program yang jelas juga dia berkeinginan memajukan hajat hidup orang banyak, dan kemajuan Pelalawan, dia mengaku akan mendahulukan kepentingan orang banyak dibanding kepentingan pribadi dan kroni.

Untuk memenagkan di PWI dia mengaku sudah punya trik tersendri dan sudah berkordinasi dengan beberapa orang senior PWI Cabang Riau dan senior PWI Pelalawan.

Sedikit kepiawaian Yahya dalam memimpin organisasi di Pelalawan, beberapa anggota PWI yang baru saat ini adalah mantan anggotanya di Asosiasi Wartawan Pelalaawan (Atap), para anggota ini mengaku Yahya memang sudah layak, karena sewaktu memimpin Atap Gaek yang kerap dipanggil Jaya ini sudah sukses.

"Dia adil dalam memimpin, juga dia mementingkan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingan dirinya sendir," jelas salah seorang anggota PWI ini.

Ditanya soal kebiasaan masyarakat 'Menubo' di Batang Nilo Langgam, Yahnya mengaku melarang keras dan mengecam kebiasaan yang melanggar hukum ini, karena masih banayak masyarakat yang mengantungkan hidupnya menjadi Nelayan.

"Kalau masalah Manubo ini saya akan kecam keras, karena banyak warga kita yang ingin hidup dengan menjadi nelayan, kalau di Tuba Batang Nilo ini, nanti mereka makan apa," Tukas Yahaya.(bs)


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT