Kubu Prabowo-Hatta siap Terima Keputusan DKPP dan MK

Sabtu, 16 Agustus 2014 - 00:00:16 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Sidang gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2014 tinggal menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 21 Agustus mendatang. 

Seluruh pihak, yakni kubu Prabowo-Hatta, KPU dan kubu Jokowi-Jusuf Kalla, juga telah diminta keterangannya.

Meski sudah memberikan keterangan, kubu Prabowo-Hatta mengaku kurang puas terhadap jalannya sidang. Sebab, kurangnya waktu sidang dianggap tidak memaksimalkan keterangan para saksi yang dihadirkan.

"Ada keterbatasan saksi dan waktu di MK. Hanya 50 saksi untuk mewakili kecurangan di Indonesia tentu kurang. Waktunya hanya dua hari untuk memeriksa saksi kami sangat 

kurang, sehingga itu mewakili yang bisa merepresentasikan Pemilu," kata anggota Tim Advokasi Prabowo-Hatta, Didi Supriyanto di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (16/8).

Menurut Didi, pihaknya juga telah melaporkan dugaan pelanggaran Pilpres 2014 ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Kendati demikian, pihaknya menegaskan akan menerima apapun keputusan kedua lembaga tersebut.

"Oleh karena itu juga kami mengajukan pengaduan ke DKPP selain di MK," jelasnya.

"Keputusan, baik MK maupun DKPP final dan mengikat siapa pun akan mematuhi," tambahnya.

Sementara itu, melalui keterangan persnya, ketua tim hukum Prabowo-Hatta, Mahendradatta juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, selai MK, DKPP juga mempunyai peran penting dalam upaya membongkar permasalahan tersebut.

"MK bukan satu-satunya tempat untuk mengungkap kebenaran dari kecurangan yang dilakukan KPU secara terstruktur, sistematis dan masif ini," ujar Mahendradatta.

Mahendradatta menuturkan, pengaduan ke DKPP untuk mengatasi persoalan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan penyelenggara Pemilu. Sedangkan MK, untuk kepastian hukumnya.

"DKPP dari segi etik, MK secara hukum," terangnya. [mrd]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT