Macet di China Jadi Peluang Bisnis

Senin, 10 Januari 2011 - 06:02:47 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

China [Metroterkini.com] - Kemacetan lalu-lintas yang parah di kota-kota besar di China ternyata menjadi peluang untuk menghasilkan uang. Sejumlah wiraswasta kini membuka bisnis baru, yaitu jasa solusi macet.

Seperti dikutip dari harian China Daily, pengemudi yang terjebak kemacetan kini tinggal menelpon si penyedia jasa. Tak lama kemudian, muncul dua orang bersepeda motor dari si biro jasa. Salah seorang diantara mereka akan mengambil alih kemudi, sementara si pengendara akan diantar dengan menggunakan sepeda motor ke tempat tujuan. Konsumen tinggal bilang kepada si penyedia jasa, mau dibawa kemana mobil itu.

Layanan ini sangat berguna bagi konsumen yang tengah menyetir mobil sendirian namun tidak ingin berlama-lama terjebak macet.

"Salah satu konsumen penting bagi kami adalah perempuan pengemudi. Beberapa di antara mereka, secara fisik, sangat tidak nyaman bila harus terlalu lama berada di tengah kemacetan," ujar Huang Xizhong seperti dikutip China Daily, Beberapa waktu lalu.

Huang pengelola suatu biro jasa solusi macet di Wuhan, ibukota provinsi Shandong di China bagian timur. "Target konsumen lain adalah pengendara yang punya janji atau rapat bisnis yang sangat penting. Ada juga mereka yang harus mengejar jadwal penerbangan dan juga yang memang tidak suka berlama-lama menunggu di tengah jalan," lanjut Huang.

Dia mengaku membuka usaha itu sejak tahun lalu, setelah terinspirasi dari panggilan telepon sejumlah orang yang terjebak kemacetan lalu-lintas. Jasa itu juga berkembang di Kota Jinan. Untuk layanan itu, tarifnya cukup mahal.

Menurut harian Guangzhou Daily, tarifnya bisa sampai 400 yuan (sekitar Rp 547.000). Kendati pendapatannya menggiurkan, ada pula yang masih pikir-pikir untuk membuka bisnis itu. Menurut seorang warga Beijing bernama Zhang, jasa itu terkendala peraturan lalu-lintas.

Di Beijing, sepeda motor dilarang masuk ke jalan tol, walau tengah macet berat. Selain itu, menurut Zhang, cukup berisiko bila harus menerjang kemacetan lalu lintas untuk menjemput konsumen. Belum lagi faktor keamanan. Masalahnya, banyak warga yang takut bila harus menitipkan mobil mereka ke orang lain karena berisiko kehilangan.***mtc/net

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT