'Bawa Tidur' Kasus Korupsi, Kejari Bangkinang Tolak Beri Penjelasan

Rabu, 13 Agustus 2014 - 00:00:11 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Kinerja Kejaksaan Negeri Bangkinang Kampar Riau semakin disorot oleh sejumlah pihak belakangan ini. Kejari ini dinilai sebagai aparat penegak hukum yang tidak bertaring menangani kasus-kasus korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Kritikan pedas disampaikan oleh Koordinator Indonesian Corruption Investigation (ICI) Kampar M. Ikhsan. "Kejari sama sekali tidak bertaring. Sudah terlalu banyak bermain di dalam kasus korupsi," ungkapnya.

Ikhsan menyebutkan, ICI mencatat bahwa tidak ada pengusutan kasus korupsi yang benar-benar tuntas. Misalnya saja, kasus korupsi dalam perjalanan Bupati Kampar dan keluarganya ke luar negeri.

Bupati yang sudah jelas-jelas menikmati perjalanan ke Eropa untuk urusan tidak jelas itu sama sekali tidak tersentuh hukum. Mantan Direktur Utama BPR Sarimadu Safri yang membiayai perjalanan itu telah divonis 1,5 tahun.

"Yang memberi sudah divonis. Jadi siapa yang menikmatinya, tidak perlu diusut? Kerja macam apa Kejaksaan ini? Semua menggantung," tandas Ikhsan. Ditambahkan, saat ini Kasus Korupsi Pengadaan Baju Koko juga menggantung.

Ikhsan mengatakan, dua orang telah ditetapkan tersangka selama setahun lebih. Keduanya, Firdaus alias Idas dari pihak swasta dalam pengadaan itu dan Asril Jasda dari pihak Pemkab Kampar. Namun keduanya tak ditahan atau diseret ke pengadilan.

Penanganan kasus pengadaan baju koko juga menunjukkan bahwa kinerja Kejari Bangkinang tidak beres. Ia meminta agar Kepala Kejari Bangkinang Rosmiati dan Kepala Seksi Pidana Khusus Gusti Hamdani dievaluasi.

"Banyak indikasi yang tidak baik beredar. Jadi, banyak kasus yang dijadikan beras, bukan berkas oleh Kejari," ujar Ikhsan. Belum lagi, kata dia, Kajari Rosmiati yang sudah termakan budi dari Pemkab Kampar karena mendapatkan mobil mewah Toyota Fortuner dengan modus untuk keperluan dinas.

Bukan itu saja, tambah Ikhsan, ada oknum di Kejari Bangkinang yang meminta "jatah" proyek di Pemkab Kampar dengan mengatasnamakan Kajari Rosmiati. Hal itu pun, menurutnya, sudah merupakan rahasia umum.

"Makanya tak heran kalau Kejari Bangkinang ini tidak bisa bergerak lagi. Kasus korupsi sangat sedikit diungkap dan diusut," tandas Ikhsan. Ditambahkan lagi, antara Kejari Bangkinang dengan Pemkab Kampar seperti sudah terbangun sistem saling menguntungkan satu sama lain.

Sebelumnya, Kajari Bangkinang Rosmiati menolak berkomentar saat dikonfirmasi soal penangananan kasus korupsi baju koko. Ia langsung mengelak. "Silakan tanya kepada Kasi Pidsus saja, ya," ujarnya. Sementara Kasi Pidsus Gusti Hamdani juga tidak bisa dikonfirmasi. [aang]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT