Dugaa Pencabulan AM, Janda Ketua DPRD Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 12 Agustus 2014 - 00:00:09 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Seorang pejabat penting yang juga ketua sebuah partai politik di Provinsi Riau, berinisial AM bakal dipolisikan mantan istri Ketua DPRD Dumai Zainal Efendi yang bernama Dwi Susanti. Korban pelecehan HAM tersebut, korban melalui kuasa hukumnya akan melaporkan kasus tersebut dalam dua atau tiga hari ke depan kepada pihak Kepolisian.

Kepastian ini diungkapkan Kuasa Hukum korban Dwi, Chris Butarbutar dari kantor Advokat/pengacara Chris Butarbutar & Partners kepada riauterkini.com di Jakarta, Senin (11/8) kemarin. Pihaknya sudah mengirim surat undangan kepada pejabat terkait adanya dugaan pelecehan tersebut. Namun, sampai panggilan ketiga sama sekali tidak ada tanggapan.

"Sebelumnya kita sudah mengirim utusan ke pihak yang bersangkutan, namun sampai saat ini tidak ada tindaklanjut," kata Chris Butarbutar.

Chris mengatakan, dengan tidak adanya respon atau tanggapan dari pihak AM. Maka dalam waktu dekat ini, dua atau tiga hari ke depan pihaknya selaku kuasa hukum Dwi akan melaporkan kasus dugaan pencabulan oleh pejabat tinggi di Provinsi Riau tersebut ke Kepolisian.

"Rencana dalam dua atau tiga hari ini, kami akan mengajukan laporan ke Kepolisian melihat tidak adanya tanggapan dari yang bersangkutan," terangnya.

Sebelumnya dikatakan Sakta, salah satu kuasa hukum Dwi yang tergabung dalam kantor Advokat/pengacara Chris Butarbutar & Partners mengatakan, bahwa surat undangan sudah tiga kali dikirimkan kedua alamat rumah HAM yang berbeda. Hal itu dilakukan, katanya agar surat undangan tersebut sampai kepada yang bersangkutan.

"Surat undangan kita kirim ke alamat kantor dan rumah yang bersangkutan, jadi pasti sampailah," ujarnya.

Sakta menceritakan kronologis sampai terjadi dugaan adanya pelecehan HAM kepada korban. Di mana saat itu Dwi mencoba mengadukan suaminya yang anggota DPRD dari partai yang dipimpin HAM.

Sebagaimana diketahui mantan suami Dwi adalah bawahan HAM di pengurusan partai di Provinsi Riau. Ketika ingin mengadukan mengenai perilaku ZE kepada HAM, Dwi diminta datang ke rumahnya di Jalan Belimbing No. 18 Kota Pekanbaru, Riau. Sesampai di rumah itu Dwi diminta menuju ke lantai dua dan duduk di kursi. Ketika duduk HAM menghampirinya, kemudian mencium bibir.

Ditambahkan Sakta, dari pengakuan korban Dwi, pihaknya sudah mempunya alat bukti. Yakni, testimoni dari korban sendiri dan adanya pemberian uang oleh HAM.

"Untuk alat bukti sendiri, sampai saat ini kita sudah memiliki keterangan korban dan uang yang diberikan pelaku terhadap korban," katanya.

Sementara itu, HAM dalam sebuah kesempatan membantah tudingan mencabuli sejumlah wanita. Bahkan, ia menyebut ada upaya pemerasan terhadap keluarganya dalam kasus tersebut. [jor]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT