Penjualan Daya ke PLN Belum Bisa Sumbang PAD ke Meranti

Selasa, 12 Agustus 2014 - 00:00:03 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Belum adanya payung hukum yang dapat dijadikan landasan kuat, membuat Pemdakab Meranti menyia-nyiakan dana milyaran rupiah dari hasil penjualan daya listrik yang selama ini dilakukan oleh Dinas Pertambangan dan Engeri Pemda Meranti ke PLN. Kondisi ini mengakibatkan pencapaian realisasi APBD masih nol persen di sektor tersebut.

"Diantara sektor penerimaan realisasi khas daerah Kabupaten Meranti yang nilainya masih nol persen antara lain adalah sektor retribusi dari penjualan daya listrik yang dilakukan oleh Dinas Pertambangan ke pihak PLN Selatpanjang," ungkap Bambang Kepala Dinas Pendapatan Daerah.
 
Seperti disampaikan dinas Pendapatan Daerah, sampai triwulan ke dua tanggal 6 Agustus 2014 ini, Dinas Pertambangan dan Energi, selaku pihak yang melaksanakan pengelolaan mesin ginset yang dayanya di jual ke PLN Selatpanjang itu, belum ada memberikan laporan penerimaan guna dimasukan ke khas daerah. 

Informasinya nilai penjualan daya ke PLN selama ini mencapai milyaran rupiah itu masih belum bisa masuk ke kas daerah karena beberapa kendala diantaranya belum adanya payung hukum atau Perda. "Kita harapkan guna mencapai realisasi pendapatan, kepada dinas terkait untuk melakukan berbagai upaya dan langkah konkret, sehingga dana yang ada bisa dijadikan pemasukan daerah," kata Herman Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Meranti.

Dalam rapat evalusasi realisasi APBD Meranti 2014, Senin (11/8) menyampaikan dana dari hasil penjualan daya ke PLN selatpanjang yang berjumlah milyaran rupiah itu belum berani ditarik dan disetorkan ke kas daerah dan dana tersebut masih berada di kas PLN Selatpanjang.

Menurut Herman lagi, satu-satunya faktor penyebab belum dapat diambilnya dana dari hasil penjualan daya listrik ke PLN itu dikarenakan belum memiliki payung hukum yang dijadikan alasan kuat untuk melakukan penarikan dana. "Saya tidak berani mengambilnya, jadi dana itu masih ada di PLN," pungkasnya. [def]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT