Dekan Fekon Unri Tersangka Pencemaran Nama Baik

Senin, 11 Agustus 2014 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Penyidik Polda Riau menetapkan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Riau (Fekon Unri) terpilih Sri Indarti sebagai tersangka pencemaran nama baik. Ia dilaporkan karena menuduh dosen bernama Prof Hj Marnis menerima 'upeti' dari mahasiswa bimbingannya. 

"Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menggelar ekpos. Berkasnya sudah pernah dilimpahkan ke Kejati Riau dan dikembalikan lagi dengan petunjuk atau P-19," kata Marnis didampingi kuasa hukumnya, Era Wati SH, Senin (11/8/14), di Pekanbaru. 

Era Wati mendesak Polda Riau, terutama Subdit IV Ditreskrimum Polda yang menangani kasus ini, segera menyelesaikan berkas kliennya. "Kami mendesak kasus segera diselesaikan. Kasus ini sudah dilaporkan sejak Juli 2013. Penetapan tersangkanya juga sudah lama," ucap Era. 

Marnis menjelaskan, kasus ini terjadi tahun 2012. Saat itu, ia membimbing dua mahasiswa magister sarjana. "Sri Indarti juga menjadi pembimbing kedua," katanya.

Selama dibimbing, dua mahasiswa bernama Hasnah dan Syarifah Karyati, tidak ada permasahalan. Begitu dibimbing Sri Indarti, keduanya diminta menandatangani surat yang tidak diketahui isinya. 

"Setelah itu, saya mengetahui bahwa dua mahasiswa menandatangani surat yang menyebut saya menerima hadiah dari bimbingan skripsi. Saya tidak tahu apa maksud Sri Indarti," imbuhnya. 

Awalnya, kedua mahasiswa itu saya laporkan ke Polda dan ditetapkan jadi tersangka. "Begitu diperiksa, keduanya tidak mengetahui maksud surat yang disodorkan Sri Indarti. Karena mereka mengaku disodorkan surat kosong," jelas Marnis. 

Kasus kedua mahasiswa itu dihentikan. Karena mengaku surat berasal dari Sri Indarti, Marnis melaporkannya ke Polda dengan tuduhan pencemaran nama baik. "Ia akhirnya ditetapkan jadi tersangka. Sekarang, saya menanyakan perkembangan kasus ini," tegasnya. 

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK dikonfirmasi wartawan membenarkan kasus ini. "Penanganannya masih berlangsung. Perkembangannya akan saya cari tahu informasinya dulu," ucap Guntur singkat. [mal]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT