Ombak di Jawa Tinggi, Sepekan Nelayan Tidak Melaut

Jumat, 08 Agustus 2014 - 00:00:09 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Ratusan nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah sudah hampir sepekan tidak melaut. Hal ini karena tingginya gelombang Laut Jawa selama beberapa hari terakhir dan sulitnya mencari solar.

Dibeberapa muara Sungai Kendal nampak padat dengan kapal milik nelayan. Kapal-kapal ini tidak melaut karena cuaca yang tidak bersahabat. Hal ini diperparah dengan sulitnya mencari solar yang mulai dibatasi pembeliannya sehingga nelayan memilih menyandarkan kapalnya.

Ratusan nelayan ini mengaku terpaksa menganggur selama 4 hari terakhir karena gelombang laut yang mencapai 3 meter dapat membahayakan keselamatan jiwa mereka. Para nelayan memilih memperbaiki kapal dengan menambal atau mengganti kayu badan kapal yang sudah lapuk sembari menunggu cuaca membaik.

Namun, jika mereka memperkirakan ketinggian gelombang tidak terlalu membahayakan para nelayan yang tinggal di Kawasan Bandengan, Kendal ini nekat untuk melaut. Meskipun, mereka mengetahui hasilnya tidak akan maksimal bahkan merugi.

Beberapa nelayan Bandengan mengaku, sekali melaut mereka harus merogoh kocek minimal Rp 200 ribu untuk membeli solar dan kebutuhan lain.

"Namun jika dalam kondisi gelombang tinggi seperti ini kami nekat melaut, hanya akan mengantongi penghasilan rata-rata Rp 150 ribu. Gelombangnya masih tinggi jadi khawatir jika melaut, selain itu hasilnya sedikit jadi kalau dijual rugi," ungkap Marsudi, nelayan setempat saat dikonfirmasi merdeka.com Jumat (8/8).

Marsudi mengaku, selama 4 hari terakhir ketinggian gelombang mencapai 4 meter, kalaupun mereka nekat melaut tidak berani dalam waktu yang lama.

"Biasanya apabila berangkat pukul 5 pagi, 3 jam kemudian mereka sudah berada di darat. Nelayan juga mengeluhkan pembatasan solar yang diberlakukan pemerintah sehingga kesulitan mendapatkan solar bersubsidi. Jika membeli solar tanpa subsidi semakin mengurangi penghasilan dan kami memilih tidak melaut daripada menanggung kerugian," pungkasnya.[mrd]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT