Polisi Bentrok dengan Pendukung Prabowo di Jatim

Rabu, 06 Agustus 2014 - 00:00:16 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Aksi yang digelar para pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, berujung ricuh, Rabu (6/8). Tiga demonstran diamankan polisi dalam aksi yang digelar bersamaan digelarnya sidang perdana gugatan kubu Prabowo di Mahkamah Konstitusi (MK).

Kericuhan bermula, saat truk komando massa hendak menerobos kawat berduri yang dipasang oleh pihak kepolisian di area Kantor KPU Jawa Timur. Melihat situasi itu, puluhan polisi menghadang. Karena massa yang menumpangi satu unit truk itu ngotot, dan mendorongnya hingga menabrak mobil water canon.

Karena terprovokasi aksi anarkis massa, mobil water canon membalas dengan menabrak truk komando massa. "Ini aksi damai, kalau sampai ricuh tangkap saya dan tembak kepala saya," ucap Ketua Gerindra Jawa Timur, Supriyatno sebelum kericuhan terjadi.

Tak hanya itu, mobil water canon juga menyemprotkan air ke arah massa untuk membubarkannya. Bahkan, beberapa pendemo yang tertangkap sempat dihajar polisi dan diamankan.

"Ada tiga orang yang diamankan. Kita berharap, aksi ini berjalan damai, polisi tidak menggunakan pentungan dan pukulan. Tapi kenyataannya, aksi belum sempat dilakukan, polisi sudah melakukan kekerasan. Mereka berusaha menghalang-halangi aspirasi kami," terang Jubir Aksi, Hendro T Subiantoro di lokasi aksi.

Hendro juga menegaskan, kalau pihaknya akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih banyak. "Kita akan kembali dan akan membawa massa yang lebih banyak lagi, karena aksi kita hari ini dihalang-halangi dan polisi telah melakukan tindak kekerasan. Dalam aksi ini, kita hanya bisa orasi di rumah-rumah penduduk, padahal kita ingin menyampaikan aspirasi di Kantor KPU," terang Hendro.

Tak hanya para pendemo yang menjadi sasaran kekerasan polisi. Wartawan foto media cetak juga tak luput dari intimidasi petugas. Kamera si fotografer dirampas dan dihapus gambar-gambar soal penangkapan dan pemukulan massa aksi. [hhw]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT