SBY Sindir di Youtube: Menang Tenggang Rasa, Kalah Besar Jiwa

Jumat, 25 Juli 2014 - 00:00:12 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Presiden SBY merilis video di youtube. Dalam tayangan berdurasi 13 menit dengan model tanya jawab itu, SBY menyampaikan sikapnya terkait hasil pemilu. 

"Kita juga menghormati Pak Prabowo Subianto. Sebenarnya ketika merasa tidak bisa menerima hasil pengumuman KPU itu dan kemudian saya dengar akan membawanya ke mahkamah konstitusi, inipun tidak luar biasa karena itu dibenarkan dalam mekanisme yang kita miliki sesuai dengan UUD," kata SBY seperti dikutip dari video itu, Jumat (25/7).

Berikut tanya jawab lengkap Presiden SBY dengan seorang perempuan pewawancara:

Penanya: Tanggal 22 Juli 2014 yang lalu adalah hari yang sangat penting, hari yang istimewa. tapi juga sekaligus jadi hari yang sangat menegangkan. Apalagi setelah Pak Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan bahwa tidak lagi terlibat dalam proses penghitungan suara di KPU. kemudian desas desus bermunculan bahwa akan terjadi kekacauan di negeri ini. Namun, dari pengamatan saya dan juga kawan-kawan, bapak selaku presiden tetap terlihat tenang. Bagaimana bapak melihat situasi politik saat ini?

SBY: Benar, tanggal 22 Juli kemarin memang betul menegangkan tapi kan saya memantau perkembangan situasi di seluruh tanah air. Saya juga mengikuti apa yang diwartakan oleh media massa kita, terutama yang di televisi-televisi dan dari ruang posko saya. Saya juga menjalin komunikasi dengan jajaran TNI dan Polri. Beberapa kali saya menerima laporan, beberapa kali saya memberikan instruksi dan pengarahan. 

Dari semua itu, saya dapat menyimpulkan bahwa situasi di tanah air kita aman, tenang, dan juga stabil. Jika misalnya ada dinamika yang meningkat kemudian sebutlah ada ancaman terhadap gangguan keamanan kita sudah siap, negara juga siap, aparat keamanan baik Polri maupun TNI juga siap artinya tidak mungkin kita terdadak. Oleh karena itu lah saya mengatakan insya Allah semuanya akan berjalan dengan aman, saya juga punya naluri, punya pengalaman dan punya logika. dan satu hari setelah itu, tanggal 23 Juli dihadapan sidang kabinet terbatas, saya sampaikan kepada wakil presiden, para menteri, serta anggota kabinet yang lainnya Insya Allah pemilihan presiden ini akan berjalan aman dan damai. 

situasi di tanah air akan dapat kita jaga dan kita kelola dengan baik. Itulah yang membuat saya tenang tidak perlu khawatir kalau terjadi apa-apa dalam rangkaian pemilihan presiden ini terutama sisi stabiltas dan keamanan nasional.

Penanya: Bapak presiden, saat ini didengar kabar bahwa pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa akan membawa hasil penghituangan suara di KPU ini ke Mahkamah Konstitusi, kemudian pandangan masyarakat terbelah, ada yang mengatakan bahwa ini terlalu mengada-ada tapi ada juga yang mendukung langkah Pak Prabowo ini karena katanya terjadi pelanggaran pada pemilu presiden 2014 yang lalu. Apa pandangan bapak?

SBY: Dalam situasi seperti tanggal 22 Juli kemarin, ataupun sekarang ini sebaiknya kita semua itu bisa berpikir jernih dan juga saling hormat menghormati. Pertama, kita harus menghormati KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang mandiri dan indpenden. Artinya kita mesti percaya kepada KPU dan dengan demikian juga menghormati hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU. 

Yang kedua, kita juga harus menghormati Pak Jokowi bersama Pak Jusuf kalla yang oleh KPU dalam pengumumannya kemarin dinyatakan sebagai pemenang dalam pemilihan presiden kali ini. Kalau Pak Jokowi beserta tim pendukungnya bersyukur, bersuka cita dan merayakannya itu wajar dan juga harus dihormati meskipun pada saat saya mengucapkan selamat melalui telepon saya sampaikan Pak Jokowi bersuka cita tentu pasti dari bapak dan tim pendukung tetapi bagus kalau juga ada tenggang rasa dengan demikian situasi yang baik tetap dapat kita jaga. Pak Jokowi juga memiliki pandangan yang sama jadi saya senang. 

Kita juga menghormati Pak Prabowo Subianto sebenarnya ketika merasa tidak bisa menerima hasil pengumuman KPU itu dan kemudian saya dengar akan membawanya ke Mahkamah Konstitusi. Inipun, tidak luar biasa karena itu dibenarkan dalam mekanisme yang kita miliki sesuai dnegan UUD dan undang-undang yang berlaku. Yang penting kalau kita sudah saling hormat menghormati dalam situasi seperti kemaren itu yang paling bijak tidak perlu ada komentar-komentar yang memperkeruh suasana yang justru bisa memanaskan situasi yang ada. 

Saya sendiri sangat hemat dalam mengeluarkan statement meskipun saya didorong melalui SMS, melalui sosial media, kemana Pak SBY harusnya ikut memberkan komentar dan sebagainya. Saya pikir tidak perlu karena semuanya menurut pandangan saya dalam batas-batas yang wajar dan tidak ada yang luar biasa dengan demikian sekali lagi saya berhemat mengeluarkan statement supaya tidak menambah tegangnya situasi yang ada. Dan itulah pesan saya yang ingin saya sampaikan ketika situasi yang kita hadapi seperti itu. Semua pihak yang paling baik menahan diri kalau tidak perlu mengeluarkan statement ya tidak perlu sambil memberikan penghormatan satu sama lain.

Penanya: Nampaknya bapak sampaikan ini benar bahwa rakyat kita semakin matang dalam berdemokrasi dan juga memiliki komitmen yang tinggi untuk menjaga agar proses pemilu ini berlangsung dengan damai termasuk dengan tidak mudahnya masyarakat kita tidak terprovokasi oleh hal-hal yang tidak benar. Tidak kah itu menunjukkan bahwa kualitas demokrasi di negara kita makin maju. Bagimana bapak melihat fenomena ini? 

SBY: Saya memiliki pandangan yang sama, tentu kita bersyukur kita bangga bahwa demokrasi kita makin matang dan makin maju berarti upaya kita semua dalam melakukan konsolidasi demokrasi sebenarnya berhasil. Masyarakat itu, internasional memberikan pengakuan dan juga apresiasinya. Sekertaris Jenderal PBB, sahabat saya Ban Ki-Mon, juga berkomunikasi dengan saya tentang pemilu yang damai ini demikian juga sejumlah pemimpin dunia berkomunikasi dengan saya baik melalui telepon langsung maupun melalui pernyataan tertulis yang dikeluarkan oleh para pemimpin dunia tersebut.

 Tentu ini membanggakan dan sekali lagi patut kita syukuri namun jangan cepat kita berpuas diri masih panjang perjalanannya yang harus kita tempuh sampai betul-betul demokrasi kita pemilihan umum yang ada di negeri ini benar-benar berkualitas dan juga bermartabat. Misalnya, kalau benar sinyalemen di berbagai tempat dari sejumlah kalangan masih adanya politik uang di sana sini, masih adanya intimidasi atau paksaan dari sejumlah pejabat kepada masyarakat kita. 

Yang akan saya sampaikan ini kalau politik atau demokrasi atau pemilihan umum di negeri ini biayanya amat mahal itu juga tidak baik. Saya kira bukan itu demokrasi yang hendak kita tuju dan hadirkan. oleh karena itu, menurut saya kita sekali lagi harus bekerja sekuat tenaga untuk menyempurnakan dan membuat demokrasi serta pemilihan umum di negeri ini makin ke depan makin baik. Dan ini menjadi tugas kita semua, tugas dari satu generasi ke generasi yang lain dengan keyakinan insya Allah negara kita bisa, insya Allah Indonesia bisa.

Penanya: Bapak presiden, jika pasangan Bapak Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa benar-benar membawa hasil pemungutan suara atau juga dugaan kecurangan di pemilu presiden 2014 ini ke Mahkamah Konstitusi, apa komentar dan juga harapan bapak selaku presiden?

SBY: Pertama, saya memberikan kepercayaan kepada MK untuk bisa memproses apa yang akan disampaikan oleh pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa tersebut dan ini sesuatu yang sekali lagi tidak luar biasa, ingat dalam pemilihan presiden tahun 2009 dulu baik pasangan Ibu Megawati dan Pak Prabowo Subianto maupun pasangan Pak Jusuf Kalla dengan Pak Wiranto juga tidak menerima hasil yang diumumkan oleh KPU dan kemudian membawanya ke MK jadi ini bukan yang pertam kali. 

Tetapi MK juga memproses secara transparan dan bertanggung jawab. Kali ini saya juga memberikan dukungan sekaligus harapan kepada MK untuk menangani masalah ini dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Yang penting mari kita berikan pengawasan kepada MK agar yang dilakukannya tepat sesuai dnegan harapan kita semua. 

Yang penting sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Prabowo Subianto sendiri pada saat menyampaikan pernyataan pada tanggal 22 Juli yang lalu masa pendukung dan konstituen Pak Prabowo diharapkan tenang sambil menghormati proses yang sedang ditempuh melalui MK karena hari ini kalau belum itu betul-betul dilaksanakan. Pesan atau pun komentar saya, saya tetap punya keyakinan dan tentu sekaligus harapan agar segala sesuatunya bisa diproses dengan baik karena kalau saya yang penting adalah regularitas demokrasi harus dapat kita jaga. 

Kalau pergantian kepemimpinan nasional dan pergantian pemerintahan hasil pemilihan umum itu dilaksanakan lima tahun harus bisa kita jaga, harus bika tepati. Artinya tanggal 20 Oktober yang akan datang saya betul-betul bisa mengakhiri tugas dan kewajiban saya memimpin negeri ini menjalankan roda pemerintahan dan kemudian presiden baru dengan pemerintahannya bisa memulai tugas dan pengabdiannya untuk bangsa dan negara dengan dukungan kita semua. Oleh karena itu lah beberapa saat yang lalu banyak sekali pikiran yang menurut saya ganjil dan tidak tepat, misalnya ini kalau ada apa-apa diperpanjang saja pemerintahan ini selama satu tahun dan sebagainya. 

Saya katakan itu bukan solusi, itu bukan opsi yang baik justru kita semua termasuk saya pribadi harus betul-betul berupaya memenuhi jadwal kenegaraan yang ada sebagaimana yang saya sampai tadi regularitas demokrasi yang harus kita junjung tinggi. itulah komentar saya dan saya melihat perkembangan situasi yang akan datang insya allah akan berjalan dengan harapan kita. [detik]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT