Tim Prabowo-Hatta Siapkan 2 Juta Lembar Bukti untuk MK

Kamis, 24 Juli 2014 - 00:00:22 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Tim advokasi Prabowo-Hatta tengah menyiapkan berbagai bukti untuk mengajukan permohonan sengketa hasil Pilpres 2014 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam persiapannya ini, tim koalisi Merah Putih mengeluhkan beberapa hal.

"Persiapan bukti-bukti sejauh ini berupa dokumen 2 juta lembar. Yang kami permasalahkan, ada setidaknya 25 juta suara dispute. Sehingga, apakah 8 juta selisih suara terlalu besar untuk dikejar? Saya rasa itu kecil sekali, jika bukti dapat diterima MK," kata salah satu anggota tim bernama Didiek Supriyanto di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (24/7).

"Jangan dilihat 8 juta selisih suara. Kita perlu 4 juta suara lebih, karena dengan 4 juta kemenangan berpindah," tambahnya.

Didiek mengklaim ada upaya pembukaan kotak suara tanpa pemberitahuan ke kubu Prabowo-Hatta yang terjadi Rabu (23/7) malam kemarin. Kemudian Didiek menyebut ada undangan dari Bawaslu untuk melihat kotak suara di Jakarta Pusat walau KPU telah menetapkan hasil Pilpres 2014.

"Karena di luar itu kami punya hitungannya. Makanya kami membawa ini ke MK karena kami punya data. Hatta sangat sepakat, dia bilang apapun yang diputuskan KPU jangan sekali-sekali bikin kerusuhan. Jangan bikin kegiatan jalanan. Jadi kurang lebih sama dengan Prabowo. Kami ingin membuktikan ini ada kecurangan," ujar Didiek.

"Kalau tidak ada kecurangan, kita angkat topi ucapkan selamat," tambahnya.

Sementara anggota tim advokasi Prabowo-Hatta lainnya bernama Firman Wijaya mengatakan, Prabowo tak akan menyerah dan berupaya membuktikan ada kecurangan yang terjadi dalam Pilpres. Sehingga ia membuat tim untuk mengamankan TKP yang diduga menjadi lokasi kecurangan.

"Karena itu kami sedang membentuk tim untuk mengamankan TKP. Ini persiapan terbaru di samping ke MK. Terbukti hari ini terjadi illegal activities. Kami sudah mencurigai dan ternyata terbukti," klaim Firman. [mrd]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT