Tugu Muda Menjadi ikon Landmark Kota Semarang

Kamis, 24 Juli 2014 - 00:00:08 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Menghitung titik nol kilometer kota Semarang ternyata tidaklah mudah, Tinti ini terletak di Simpang Lima yang dikenal luas sebagai pusat kota. Bukan pula di salah satu pusat keramaian Tugu Muda atau Gedung Pandanaran. Padahal jika dilihat sekilas, keduanya pantas menjadi titik acuan utama kota. Semarang.

Tugu Muda saat ini menjadi ikon landmark kota Semarang. Dan tahukah anda dimana letak titik nol kilometer kota Semarang? Belum pernah digeser dari lokasi pertamanya, titik nol kilometer kota semarang berada di ujung Jalan Pemuda tepatnya di sebuah taman kecil tidak jauh dari Kota Lama.

Hal ini tidaklah aneh apalagi desain Semarang masa lalu dibuat oleh orang Belanda yang relative lebih maju daripada Indonesia. Umum ditemui di Negara maju di Eropa, pusat pemerintahan tidak satu kota dengan pusat kegiatan bisnis. Perlu kita ketahui bahwa pusat keramaian masa lalu Semarang bukanlah Tugu Muda atau SImpang Lima melainkan kawasan di sekitar Kota Lama.

Sebutan Kota Lama ini erat kaitannya dengan adanya daerah baru yang dirancang sebagai pusat keramaian kota yang baru. Kota Lama adalah salah satu mozaik penyusun sejarah perjalanan kota Semarang khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya. Meski tidak banyak polesan modernisasi di Kota Lama, eksistensinya terus terjaga khususnya bagi pecinta nuansa masa lalu suasana Belanda atau Eropa di abad pertengahan.

Saat itu ketika Kota Lama masih menjadi pusat kota dan keramaian, lazim dikenal pula dengan sebutan Outstadt atau Belanda Kecil.

TIdak mengherankan terdapat desain arsitektur Belanda di Semarang mengingat dulunya memang menjadi salah satu pelabuhan utama penjajah Belanda menjajah pulau Jawa. Ketika penjajah Belanda masuk ke Semarang tentu sangat merindukan kampong halaman yang sangat jauh jaraknya. Oleh karenanya, penjajah Belanda membuat tata kota yang menyerupai Negara mereka berasal, Nederlan.

Orang Belanda itu ingin menjadikan tanah jajahan di pesisir utara pulau Jawa ini seperti rumah mereka sendiri. Walhasil, desain kota Semarang saat itu adalah prototype kota di Belanda. Arsitektur bangunan menjadi indikasi kuat. Ciri khas arsitektur Eropa pasca Renaissance terlihat mendominasi bangunan di Kota Lama. Renaissance di Eropa diawali oleh booming ilmu pengetahuan dari ratusan ilmuwan muslim di Andalusia.

Di sisi luar Kota Lama terdapat dam atau bendungan lebih mirip danau kecil. Dam ini berfungsi untuk menampung air rob (banjir dari laut) yang bisa masuk ke kota ketika laut pasang. Danau ini menjadi ruang  public terbuka yang dimanfaatkan warga sekitar dan pengunjung untuk sekedar istirahat atau duduk santai. Kesan klasik masih sangat terasa di sekitar danau ini. Namun terkadang juga berkesan kumuh karena banjir rob yang menggenangi danau menimbulkan aroma tak sedap.

Keramaian Kota Lama berpusat di sebuah gereja yang atapnya berbentuk membulat seperti kubah, dalam bahasa Jawa disebut mblenduk, karena itu masyarakat sekitar menyebutnya sebagai Gereja Mblenduk. Di depannya terdapat bangunan besar masih dengan arsitektur khas Belanda abad pertengahan.

Di sekitar gereja itulah banyak pengunjung menikmati pemandangan ala kolonial  Belanda atau sekedar duduk santai. Tak jarang kalangan fotografer menjadikan kawasan ini sebagai lokasi favorit mengingat bangunan kuno eksotik khas Belanda seperti ini tidak ditemukand I wilayah lain.(basya)


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT