Program Merencanakan Jenis Kelamin Buah Hati

Kamis, 10 Juli 2014 - 00:00:16 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Saat hamil, jenis kelamin bayi akan menjadi hal yang paling membuat penasaran. Namun ada juga yang merencanakan jenis kelamin buah hati mereka. Baik secara medis maupun non-medis.

Menurut dokter kandungan Rumah Sakit Ibu dan Anak, Depok, Iskandar Mirza, orangtua bisa merencanakan jenis kelamin calon buah hati. Jika ingin janin bayi berjenis kelamin perempuan, pasangan suami istri harus melakukan cara medis. Yakni bersenggama tiga hari sebelum ovulasi atau masa subur.

"Ovulasi itu adalah pelepasan sel telur yang matang dari dinding telur atau disebut juga masa subur," kata Iskandar, saat diwawancarai Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia, Senin, 7 Juli 2014.

Masa subur, Iskandar melanjutkan, terjadi pada empat belas hari sebelum datang haid. Suami istri pun harus berhubungan seks dua hari sesudah masa subur. Sebelum bersetubuh, sang istri disarankan membasuh organ vital dengan campuran satu liter air dan dua sendok garam. "Saat bersenggama, istri harus berusaha menghindari orgasme," ujar dia.

Jika istri mengalami orgasme, cairan sekresi alkalis yang basa akan keluar hingga menetralkan kandungan asam. Iskandar juga mengisyaratkan agar seks dilakukan dengan posisi berhadapan muka, dengan laki-laki berada di atas. "Itu dilakukan agar sperma suami tidak langsung masuk menerobos ke muka leher rahim," ujarnya.

Kala suami mengalami ejakulasi, Iskandar menyarankan untuk tidak melakukan penetrasi terlalu dalam. Dan setelah haid, keduanya tetap harus bersenggama secara teratur, dua sampai tiga hari sebelum masa subur. “Itu akan lebih baik, sebab sperma yang relatif kecil akan memperbesar kemungkinan memperoleh bayi perempuan,” kata Iskandar. "Keduanya pun dianjurkan memperbanyak konsumsi buah dan sayur."

Jika pasangan suami istri mendambakan anak laki-laki, ia menyarankan agar melakukan senggama mendekati ovulasi. Atau dua belas jam sebelum dan sesudah ovulasi. Setiap hendak berhubungan badan, sang istri harus membilas kemaluan dengan campuran satu liter air dan dua sendok makan garam soda. Istri juga harus mengalami orgasme, disusul ejakulasi sang suami.

"Saat ingin mencapai ejakulasi, suami harus melakukan penetrasi dalam sehingga sperma bisa mencapai mulut rahim," kata dia.

Puasa atau tantangan senggama diperlukan sampai istri selesai menstruasi dan ovulasi. Tujuannya untuk memperbanyak volume dan jumlah sperma Y. Pasangan juga harus banyak menyantap menu laut dan daging. Kedua cara itu, Iskandar melanjutkan, dapat kembali dilakukan pada kehamilan berikutnya.

"Kalau metode ini sulit, bisa memakai cara mudah seperti makan buah dan sayuran atau daging serta ikan," kata Iskandar. "Yang terpenting, suami dan istri harus membersihkan jenis kelamin sebelum bersenggama."

Soal kemungkinan melesetnya hasil perencanaan, Iskandar tidak menampiknya. Namun kalau hal itu terjadi, ia yakin jika ada tahapan dari metode yang tidak dilakukan dengan baik." Tapi saya yakin cara ini kemungkinan besar berhasil karena sudah dibuktikan secara ilmiah," ujar dia. [red]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT