Pengamat: Melihat Hasil Quick Count Yang Kredibel

Kamis, 10 Juli 2014 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Pengamat Politik Universitas Airlangga Haryadi MA mengatakan acuan penilaian kredibilitas lembaga survei sederhana saja, yakni melacak rekam jejak lembaga, dan metodologi survei yang digunakan.

Haryadi menambahkan, cara termudah lainnya adalah dengan melihat hasil survei, lalu disatukan dengan besaran margin error. Dari sana bisa dilihat rentangan hasil sebenarnya untuk survei itu.

Haryadi mengatakan dalam Pilpres 2014, sebenarnya cukup mudah melihat lembaga survei mana yang kredibel dengan melihat hasil quick count atau hitung cepat perolehan suara yang dirilis sejumlah lembaga survei.

Tujuh lembaga survei yang memenangkan Jokowi-JK yakni Populi Center, CSIS-Cyrus, Litbang Kompas, Indikator Politik Indonesia, Lingkaran Survei Indonesia, RRI, dan Saiful Mujani Research Center, kata Haryadi, diketahui memiliki rekam jejak baik.

Selain itu, hasil hitung cepat tujuh lembaga survei tersebut ditambah lembaga Poltracking Institute. Hasil mereka nyaris sama, di mana perolehan suara Jokowi-JK mengungguli Prabowo-Hatta dengan selisih sekitar lima persen.

"Dengan margin error kurang lebih satu pesen, berarti berdasar hasil hitung cepat tujuh lembaga survei itu, maka dalam perhitungan hitung riil KPU, bisa dipastikan Jokowi-JK menang dengan rentangan 3 sampai 7 persen," kata Haryadi saat dihubungi, Kamis (10/7).

Menurutnya jika hasil hitungan riil KPU di luar rentangan angka itu, maka berdasar hasil hitung cepat tujuh lembaga survei tersebut, bisa dipastikan ada manipulasi data perolehan suara.

Sementara empat lembaga survei yang memenangkan Prabowo-Hatta yakni Puskaptis, Indonesia Research Center, Lembaga Survei Nasional, dan Jaringan Suara Indonesia, mengeluarkan hasil hitung cepat dengan selisih kemenangan sekitar satu persen.

Dengan margin error sebesar kurang lebih satu persen, kata Haryadi, hasil hitung cepat itu justru menjadi aneh. Berdasar hasil hitung cepat mereka dengan margin errornya, perkiraan hasil hitung riil KPU antara draw atau kemenangan tiga persen untuk Prabowo-Hatta.

"Kesimpulan hasil hitung cepat ini aneh, karena menunjukkan ada kemungkinan draw atau seri. Karena aneh maka, lembaga surveinya bisa jadi tidak kredibel," kata Haryadi.

Ia mengatakan karena hasil hitung cepat aneh dan lembaga survei menjadi dinilai tidak kredibel maka, hal ini mencederai dan membuat imej lembaga survey secara umum terganggu.

"Di sisi lain, kasihan kubu Prabowo-Hatta, karena mereka tertipu oleh hasil survei tersebut," katanya.

Terbelahnya hasil hitung cepat dari beberapa lembaga survei telah menyebabkan masyarakat pemilih menjadi bingung. Ditambah masing-masing kubu capres telah mendeklarasikannya kemenangannya.

Namun dengan panduan yang dipaparkannya itu, kata dia, maka masyarakat cukup mudah bisa melihat lembaga survey mana yang bisa dipercaya dan hasil quick count mana yang bisa dipercaya. [trb]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT