4 Bulan Kepemimpinan Annas - Andi Dinilai Masih Nol

Kamis, 03 Juli 2014 - 00:00:21 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Empat bulan kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Annas Maamun - Arsyadjuliandi di Provinsi Riau dinilai dari segi pembangunan masih nol.

Demikian disampaikan pengamat pemerintahan DR Rawa El Amady, Kamis (3/7) malam ini. Menurutnya, peristiwa ini terjadi karena ada perlawanan dalam tubuh birokraksi di Pemprov Riau terhadap Annas Maamun dan Arsyadjuliandi Rachman yang akan memotong biaya perjalanan dinas dan pelatihan di hotel-hotel mewah serta biaya tak efektif lainnya.

Menurut doktor bidang antropologi Universitas Indonesia ini, kondisi ini berawal dari sikap Annas Maamun yang mengangkat kerabat dan tim sukses sebagai pejabat. Akibatnya, banyak pejabat eks pemerintahan lalu yang masih berkuasa, cepat-cepat merusak kinerja Pemprov Riau sehingga banyak anggaran publik yang justru terpotong.

"Biaya pelatihan guru dipangkas, pembangunan jalan dan jembatan ditunda, program beasiswa dicancel. Sementara anggaran perjalanan dinas di DPRD Riau terkuras habis hanya dalam waktu empat bulan yang nilainya sampai ratusan miliar. Bukan itu saja, belanja birokrasi juga habis sebelum Annas Maamun sempat melakukan evaluasi. 

"Menurut saya, ini bentuk perlawanan oleh pejabat eselon II dan III dari dalam dengan tujuan merusak kepemimpinan Annas Maamun sehingga rakyat benci kepada Annas dan Andi," jelasnya.

Dikatakan Rawa, sikap Annas Maamun ini sudah memicu perlawanan birokrat yang dilakukan oleh mereka yang bukan tim sukses dan bukan kerabat. Itu dilakukan selagi ada kesempatan.

"Saya melihat bahwa apa yang terjadi pada pemotongan anggaran seperti pelatihan guru merupakan kelalaian dari Annas Maamun yang tidak mampu memberi standar operasional dalam memangkas anggaran bagi bawahannnya. Pada konteks ini maka semua tangungjawab berada dipundak Annas Maamun," urainya.

Untuk itu Annas Maamun harus berani memberi sangsi tegas berupa pemecatan kalau memang pemangkasan anggaran tersebut diluar dari ketentuan yang ditetapkan oleh Annas Maamun dan Andi Rachman.

"Saran saya, Annas sebaiknya memanfaatkan tenaga ahli yang berkualitas agar perencanaan pembangunan berjalan tepat sesuai dengan dengan prinsip manajemen pembangunan yang baik. Selain itu, saya juga sarankan agat Annas Maamun mengurangi gaya kepemimpinan solo karir sebagaimana yang dia lakukan di Rokan Hilir," jelasnya. [gr]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT