Halaman Jadi 'Pelabuhan', Kabag Perlengkapan Permalukan Bupati

Rabu, 02 Juli 2014 - 00:00:14 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Komitmen Bupati Herliyan Saleh yang ingin membangun Bengkalis lebih baik, tercoreng dengan adanya aksi demo dari salah seorang rekanan dan puluhan buruh yang akhirnya nekat melabuhkan speedboat di halaman Kantor Bupati, Rabu (2/7). Aksi ini buntut dari kebijakan Kabag Perlengkapan Setdakab Bengkalis, Aulia yang tak mau membayar hasil kerja Azemi selaku rekanan yang mengerjakan proyek pengadaan senilai Rp1,933 miliar.

Akibat aksi nekat karena kesal akhirnya speedboat "berlabuh" di halaman Kantor Bupati Jalan Ahmad Yani. Aksi ini menjadi tontotan masyarakat Bengkalis warga Kota Bengkalis dan sejumlah pegawai kantor bupati, karena aksi rekanan ini dinilai banyak kalangan telah mencoreng nama baik Bengkalis dan tentunya Bupati Herliyan Saleh.

"Aulia bikin malu saja. Ini mencoreng nama baik," kata Heri salah seorang warga Bengkalis.

Sementara Azemi ketika dikonfirmasi mengatakan, tak ada alasan tertulis dari Aulia atas pekerjaan yang telah dikerjakan yaitu pengadaan speedboat yang selama ini dibangunnya.

"Kalau ada alasan tertulis, tahu salah saya dimana, bang. Tapi ini tidak, Aulia selaku KPA tak mau membayarnya," kata Azemi.

Setelah menunggu berbulan-bulan, akhir kesabaran Azemi (35) sudah sampai keubun-ubun. Dengan dibantu puluhan pekerja, speed boat yang semula dilabuhkan di pelabuhan rakyat Bengkalis, Jalan Kelapapati Laut sekitar 3 kilometer dari Kantor Bupati, akhirnya dinaikan ke darat dan dilabuhkan di depan kantor Bupati Bengkalis Jalan Ahmad Yani. Dengan menggunakan tiga buah gerobak, speedboat berbobot 3 ton lebih itu berlabuh dihalaman Kantor.

Azemi kepada wartawan mengatakan, proyek pengadaan speedboat ini adalah proyek tahun anggaran 2013 di Bagian Perlengkapan, Setdakab Bengkalis. Dengan bendera perusahaan CV Joe & Co dengan direkturnya Saipul Bahari dan dukungan dari kalangan Bengkalis Marine Fiber, Azemi ikut tender dan menang.

Berdasarkan kontrak kerja, proyek yang PPTKnya Renaldi itupun ia kerjakan. Namun setelah spedboat berikut mesin Yamaha berkekuatan 200 PK selesia, ternyata Aulia selaku KPA tak mau membayar.

Akibatnya, Azemi mengalami kerugian senilai Rp1,933 miliar dan kerugian lainnya, karena hasil pekerjaannya tak dibayar.

Sementara itu, Kabag Perlengkapan Setdakab Bengkalis, Aulia ketika dikonfirmasi melalaui telepon selulernya, handphonenya tak aktif. Kabag Humas Pemkab Bengkalis, Andri Warsono ketika dikonfirmasi berjanji akan menanyakan persoalan proyek pengadaan speed boat sampai tak dibayar.

"Nanti akan kita tanyakan kepada PPTKnya, karena sejauh ini kita belum dapat informasi jelas tentang persoalan yang timbul. Setelah ada jawaban dari yang bersangkutan kita akan berikan keterangan," kata Kabag Humas Andri Warsono yang mengaku tengah berada di Duri ikut safari Ramadhan bersama bupati. [rdi]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT