Vonis Suharyani Lebih Tinggi dari Tuntutan JPU

Selasa, 01 Juli 2014 - 00:00:11 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Suharyani (27) warga kilometer 10 Duri, Kecamatan Mandau terdakwa perkara narkotika jenis sabu divonis 8 tahun penjara dan denda Rp1 milir atau subsider 6 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Bengkalis, Selasa (1/7). Putusan itu lebih tinggi dari tuntutan JPU yang hanya menuntut 7 tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider 6 bulan kurungan. 

Amar putusan terhadap Suharyani dibacakan Ketua Majelis Hakim yang menyidangkan perkara tersebut, Jonson Parancis. Dalam amarnya, majelis hakim berpendapat bahwa terdakwa terbukti melanggar Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 132 ayat (1) Undang-undang tentang Narkotika.

Ketika ditanya kepada terdakwa tentang putusan tersebut, terdakwa hanya menganggu dan beberapa detik baru kemudian bersuara bahwa ia menerima putusan itu.

"Saya menerima pak hakim," kata Suharyani.

Sementara JPU Handoko tetap pikir-pikir atas putusan hakim yang melampui tuntutannya.

Kasus ini berawal ketika pada tanggal 12 Desember 2013 terdakwa ditangkap polisi di rumahnya di kilometer 10 Duri. Saat itu polisi menemukan barang bukti berupa sabu dua paket, masing-masing berat 17 gram dan 3 gram.

Berdesarkan barang bukti tersebut Suharyani yang tinggal mati suaminya itu harus berurusan dengan aparat hukum.

Suharyani diluar persidangan mengatakan, sabu tersebut adalah titipan Toga teman almarhum suaminya. Titipan itu diletakan terdakwa di kandang ayam. Namun, karena Suharyani sudah menjadi target operasi polisi akhirnya ia tak berkutik ketika ditangkap dan menunjukan barang bukti tersebut.

"Barang tu bukan milik saya. Itu (sabu) titipan bang Toga teman Almarhum suami saya," kata Suharyani. [rdi]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT