Satpol PP Rohul Dipukul Saat Razia Yustisi Wisma Ilegal

Sabtu, 28 Juni 2014 - 00:00:20 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Operasi penyakit masyarakat (Pekat) Ramadhan dilakukan Satpol PP Rokan Hulu (Rohul) di Wisma 63 Jalan Lingkar Pasirpangaraian berakhir ricuh, Jumat (27/6) malam. Dua anggota Satpol PP kena pukul. Operasi dimulai sekitar pukul 22.30 WIB, pemilik Wisma 63 nekat menendang Kasatpol PP Roy Roberto. Kericuhan pun terjadi setelah selesai operasi.

Saat pemilik wisma akan dibawa ke mobil, istri pemilik wisma menolak saat suami serta tiga pasangan yang diduga tanpa ikatan nikah dibawa oleh personil Satpol PP Rohul ke kantornya. Ketiga pasangan tersebut dibawa karena tidak bisa menunjukkan surat nikah. Dari tiga pasangan yang terjaring, salah seorang pria diketahui merupakan seorang Satpam di salah satu bank di Pasirpangaraian.

"Dari Gelar Pasukan, kegiatan Pekat harus dikurangi atau dihentikan. Dari operasi ini tiga pasangan mesum diamankan," kata Roy, Sabtu (28/6).

Disinggung ada perkelahian dengan pemilik Wisma 63, Roy mengakui perkelahian adalah salah satu risiko di lapangan. "Sebab ada oknum-oknum yang tidak senang. Namun jika sudah menganiaya anggota, maka kami tidak akan tinggal diam," tegasnya.

Roy mengatakan pihaknya berani merazia Wisma 63 karena wisma di Desa Sukamaju, Kecamatan Rambah, diduga baru mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sementara izin lainnya belum ada.

"Saat saya minta dia menunjukkan izin, dia (pemilik-red) hanya bisa menunjukkan IMB. Apalagi ada pasangan mesum disana," tegas Roy lagi dan mengakui pada razia di Wisma 63 menurunkan 1 pleton atau 30 personel.

Sementara, pemilik Wisma 63, Sulaiman alias Leman (28) mengatakan usaha wisma sudah mengantongi izin. Baik IMB dan izin operasional usaha. [rtc]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT