IPMS Pekanbaru Demo PLN Ranting Selatpanjang Meranti

Sabtu, 28 Juni 2014 - 00:00:10 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Ikatan Pelajar Mahasiswa Selatpanjang (IPMS) - Pekanbaru sekitar belasan pejalar, Sabtu (28/6) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT PLN Ranting Selatpanjang Jalan Yos Sudarso Selatpanjang kota. Mereka mendesak komitemen PLN yang beberapa waktu lalu tidak akan melakukan pemadaman listrik selama bulan Ramadhan.

Sebelum tiba di kantor PLN Ranting selatpanjang, belasan pelajar dan mahasiswa tersebut melakukan longmarch dari Taman Cik Puan Jalan Merdeka dengan mendapat kawalan aparat kepolisian. Sambil menyuarakan yel-yela agar PT PLN Ranting selatpanjang menjadi perusahaan yang bertanggung jawab dan tidak berulah melakukan pemadaman listrik secara mendadak maupun pemadaman bergilir.

Dalam orasinya, Ito selaku Koordinator Lapangan aksi demo pelajar dan mahasiswa Pekanbaru asal Selatpanjang di depan gedung PLN, mendesak PT PLN Ranting Selatpanjang untuk menepati janjinya. Pihak PLN beberapa waktu lalu berjanji kepada seluruh element masyarakat bahwa, tidak akan terjadi pemadalam selama jalanya ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

"Kita mendesak PT PLN Ranting Selatpanjang untuk menetapi janjinya, jangan asal ngomong tapi tidak mampu menepati janjinya terkait layanan listrik kepada masyarakat Selatpanjang. PLN tidak akan melakukan pemadalam selama bulan puasa," ucap Ito yang disambut setuju para pengunjuk rasa.

"Kami mendesak dengan tegas agar menyikapi atau menanggapi secara serius atas keluhan masyarakat kota Selatpanjang dan sekitarnya terkait ulahnya yang melakukan pemadaman listrik secara bergilir dan mendadak itu, sebab akibat pemadaman listrik jelas puluhan bahkan ratusan konsumen listrik ini sangat dirugikan. Sebab barang elektronik mereka banyak yang rusak, namun apa kompensasi PLN kepada mereka," tanya Ito dalam orasinya.

Mahasisa dan pelajar dalam aksinya mendesak agar pihak PLN Selatpanjang jika tidak mampu menyelesaikan masalah ini, agar secara intens dan kontinyou melakukan koordinasi dengan Pemda Meranti guna mencari solusi terbaik dalam hal mengatasi masalah pemadaman listrik yang sudah membuat masyarakat jenuh.

Selain itu massa meminta kepada PLN untuk memberikan bukti nyata atas janjinya dan keseriusan mereka dalam atasi masalah listrik. "Kira-kira sudah hampir lima tahun Meranti berdiri menjadi kabupaten sendiri, namun persoalan pelayanan yang dilakukan masih setaraf tingkat kecamatan," ujar Ito kesal.

Massa juga mengancam, jika tuntutan mereka tidak di indahkan, dalam waktu dekat atau jangka waktu 3 kali 24 jam masa akan lebih banyak mendatangi PLN. "Kami akan melakukan mobilisasi massa dengan jumlah lebih besar lagi," ancamnya.

Usai menyampaikan orasinya, massa langsung dipersilahkan masuk ke gedung PLN guna melakukan dialog. Hanya saja dialog tersebut tidak terlaksana dikarenakan Manager PLN tidak berada ditempat. 

Wilman mewakili PLN selatpanjang mengatakan, pihak PLN tidak berani menjamin listrik di Selatpanjang akan normal dalam dua minggu kedepan, karena mesin pengganti PLN akan baru tiba di Selatpanjang sekitar dua minggu kedepan.

Jawaban perwakilan managemen PLN Selatpanjang ternyata tidak memuaskan para pendemo, akhirnya belasan mahasiswa yang mendapat kawalan ketat dari pihak aparat kepolisian dan koramil, secara bersamaan meninggalkan gedung PLN guna menyusun aksi yang lebih besar lagi. [def]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT