SMS Penculikan Anak di Riau Merebak, Warga Cemas

Rabu, 01 Desember 2010 - 04:36:28 WIB
Share Tweet Google +

BATAM [metroterkini.com] - Beberapa kabupaten di Riau dan sekitarnya heboh karena isu penculikan anak. Isu menakutkan itu, tersebar dari Hp dengan SMS, Kontan membuat cemas, terlebih para ibu-ibu rumah tangga. SMS ini sangat menakutkan dalam SMS itu ditulis "Hati-hati menjaga anak anda, sebab telah meyebar orang yang mengambil organ tubuh anak" SMS ini menyebar ke Hp lain sebab akhir pesan SMS itu, Tolong disebarkan ke 10 nomor lain. Setelah membaca SMS di Hpnya, Salah seorang ibu rumah tangga di Batam Bernama Jujuk (25th) tidak lagi memperbolehkan anaknya sering main di luar rumah. sebab mengkawatiekan keselamatan anaknya. "Takut saya jadinya,"tutur, Jujuk, ibu beranak Dua yang berdomisili di Nagoya, Batam Kepilauan Riau, Rabu (1/12), Kepada metroterkini.com. Ketakutan senada juga disampaikan oleh Rosi, (22th). Karyawan di sebuah swalayan Pangkalan Kerinci Kab Pelalawan, mengaku juga dilanda cemas. Apalagi, ia sering pulang malam dari tempatnya bekerja. Lagi-lagi, isu penculikan telah sampai ditelinganya. Informasi yang ia dapatkan, sedikitnya tiga orang di kapungnya mendapatkan informasi serupa, Parahnya, sumber isu tersebut adalah "kata orang". Di Rengat, isu ini juga sempat beredar. Begitupula di berbagai kabupaten tetangga seperti Sumbar dan jambi. Membuat masyarakat resah dan meningkatkan kewaspadaan. Secara terpisah, Kapolres Pelalawan AKBP. Ari Rahman Nafarin. Sik, yang sempat di kompirmasi metroterkini.com, Terhadap isu yang membuat resah, Kapolres menghimbau agar masyarakat jangan tetap tenang. Silahkan waspada dan berhati-hati, tapi jangan terlalu berlebihan dalam menyikapinya. Karena, bisa saja isu tersebut sengaja disebarkan oleh orang yang punya tujuan tertentu. "Kami himbau kepada masyarakat, jangan terlalu berlebihan menanggapinya. Mungkin hal itu adalah upaya pembodohan. Misalnya, dengan tersebarnya isu-isu tersebut anak-anak jadi takut pergi mengaji, atau main jauh dari rumah,"harapnya.***/mtc

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT