Gara-gara Air, Kepala Tetangga Ditebas Hingga Putus

Jumat, 20 Juni 2014 - 00:00:20 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Diduga karena rebutan air bersih jatah dari perusahaan, Renia br Siregar (40) warga Desa Muara Jaya, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tewas mengenaskan. Kepalanya terpisah dari badannya akibat dipenggal tetangganya Rdw (28) menggunakan parang panjang atau klewang.

Dari berbagai informasi, insiden mengerikan itu terjadi di Perumahan PT. Eluan Mahkota (EMA) Blok E Divisi I, Kamis (19/6) kemarin sekitar pukul 18.30 WIB. Isteri Saut Habeahan (46) itu tewas karena melerai anaknya yang sempat berkelahi dengan pelaku. Ibu dengan 9 anak tersebut baru saja melahirkan 2 bulan lalu.

Saat di ruang jenazah RSUD Pasirpangaraian, Jumat (20/6/14) sore, anak korban bernama Marulak Habeahan (23) mengungkapkan peristiwa itu berawal dari bagi-bagi air bersih disediakan oleh perusahaan sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat itu satu truk tangki pembawa air bersih milik PT. EMA datang ke perumahan karyawan untuk membagikan jatah air karena air sumur di perumahan sedang kering akibat musim kemarau dua bulan terakhir.

Seperti biasa, saat truk tangki air milik perusahaan, warga yang didominasi ibu-ibu ikut mengantri. Saat mengantri, dua pemuda bernama Robi (22) dan Rio (18) berkelahi. Korban Renia br Siregar coba melerai perkelahian itu, namun sopir salah paham.

Dia mengira keributan karena warga rebutan air. Melihat itu, sopir membawa truk dan meninggalkan lokasi sambil membuang air di badan jalan.

Melihat sopir pergi, istri pelaku bernama Sari dan keluarganya yang lain marah-marah di tempat kejadian perkara (TKP) dan menendangi ember-ember di sana sambil mengeluarkan kata-kata kasar dan tidak senonoh. Dari kejadian itu, korban terlibat "perang mulut" dengan keluarga pelaku.

"Kenapa kamu (Sari-red) marah kepada saya, supir yang membuang air tapi marahnya kepada saya," ungkap Marulak, anak pertama korban seraya mengulangi kata-kata ibunya sebelum insiden.

Jawaban korban menyulut emosi isteri pelaku. Dia terus marah dan bahkan berani memaki-maki korban. Tidak tega melihat ibunya terus dihina, Marulak datang dan berusaha melerai sambil menasihati isteri pelaku agar tidak berlaku kasar kepada ibunya. Namun, dia justru kena makian juga.

Mendengar istrinya marah-marah kepada Marulak, pelaku keluar rumah dan menantang Marulak berkelahi. Ajakan itu diterima anak korban, namun pelaku justru beranjak dan ternyata mengambil parang panjang dari dalam rumahnya yang tak jauh dari TKP.

Pelaku yang membawa parang itu sempat mengejar Marulak. Saat aksi kejar-kejaran itulah, korban datang dari belakang anaknya. Dia bermaksud melerai keduanya, namun tidak disangka-sangka pelaku yang sudah seperti orang kesetanan menebas korban di bagian leher kepalanya.

Menurut Marulak, kepala ibunya terlempar sejauh 1 meter dari tubuhnya seusai ditebas pelaku. Usai membunuh korban, pelaku sempat melarikan diri, namun dia dikejar oleh salah seorang warga dan akhirnya berhasil ditangkap dan diserahkan ke bagian keamanan PT. EMA. Kemudian, pelaku diserahkan ke Polsek Kepenuhan.

Usai divisum di RSUD Pasirpangaraian, Jumat sore tadi, jenazah korban langsung dibawa pihak keluarga ke kampung halaman di Desa Harian Boho, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara untuk segera dikebumikan.

Sementara itu, Kapores Rohul AKBP. H. Onny Trimurti Nugroho melalui Kapolsek Kepenuhan AKP Fatman dikonfirmasi wartawan via selulernya mengakui saat ini pelaku Rdw telah diamankan. Anggota Polsek Kepenuhan sendiri telah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. "Kasusnya saat ini sedang dalam pengembangan," jelas AKP. Fatman. [rt]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT