Kenali Periode Pembentuk Perilaku dan Kecerdasan Anak

Kamis, 19 Juni 2014 - 00:00:21 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Kecerdasan dan perilaku Si Kecil adalah buah kerja dari sirkuit otaknya. Seribu hari pertama kehidupan yang berjalan sejak dalam kandungan adalah awal yang menentukan apakah otak Si Kecil dapat terbentuk dan berfungsi dengan optimal. Ini disebut dengan periode emas. Di antara periode emas itu, ada periode kritis dan periode sensitif yang perlu kita ketahui. Yuk, simak penjelasannya di sini!

Pada periode emas anak alias 1000 hari pertama anak di dunia, terjadi proses tumbuh kembang yang sangat cepat dan tidak terjadi di usia lain. Di tengah itu, ada istilah yang disebut dengan periode sensitif. Nah, periode sensitif ini sering disebut dengan 'jendela kesempatan' alias window of opportunity. Menurut DR. Dr. Ahmad Suryawan, Sp.A(K)., periode sensitif adalah masa di mana otak anak masih sangat responsif terhadap rangsangan dari luar. Otak anak masih sangat mudah berubah jika ada input dan rangsangan dari luar.

"Periode sensitif ini berada pada 6 tahun awal anak. Pada masa seribu hari pertama kehidupan anak hingga berusia 6 tahun, otak anak akan sangat sensitif. Inilah yang membentuk tumbuh kembang dan kecerdasan pada anak. Kita juga masih bisa melakukan koreksi bila terjadi gangguan tumbuh kembang pada anak," ujar DR. Ahmad saat ditemui Fimela Family dalam acara Morinaga Generasi Platinum.

Menurutnya, periode sensitif memiliki dua implikasi yang sangat menguntungkan untuk kita sebagai orangtua. "Sisi pertama, periode ini adalah masa terbaik untuk segala pembentukan kecerdasan dan perilaku dasar Si Kecil. Sisi kedua, ini juga adalah masa terbaik untuk mengoreksi adanya gangguan atau keterlambatan kemampuan dasar Si Kecil, termasuk dalam hal berperilaku. Jadi, kita tidak bisa menyia-nyiakan periode ini, ini adalah waktu kita untuk memberikan stimulasi terbaik untuk anak," tutur DR. Ahmad.

Di antara masa periode sensitif tersebut, ada sebuah masa yang dikenal dengan periode kritis. Periode kritis adalah periode di mana otak Si Kecil paling sensitif di antara semua periode usia anak. Setiap anak memiliki periode kritis yang berbeda-beda. Itulah yang membedakannya dengan periode sensitif. "Secara umum, periode kritis terjadi pada usia 2 tahun pertama," jelas DR. Ahmad.

Dalam periode kritis, sirkuit jaringan otak anak terbentuk hinga 80% dan hanya terjadi sekali saja dalam seumur hidup."Karena itu, selama periode kritis ini, kita harus benar-benar memantau kemampuannya supaya tidak terjadi kegagalan pembentukan sirkuit otak yang berakibat permanen sepanjang usianya," kata DR. Ahmad.

Periode kritis pada 2 tahun pertama ini akan berjalan dengan baik dan sempurna jika selama 6 bulan pertama usia Si Kecil dimanfaatkan dengan baik. "Karena itu, momen-momen yang terjadi selama 6 bulan pertama kehidupannya ini harus kita perhatikan. Otak anak akan membentuk susunan sirkuit awal yang akan menentukan baik tidaknya sirkuit-sirkuit yang lebih kompleks selama periode kritis anak," tutup DR. Ahmad. Oleh karena itu, kita sebagai orangtua harus benar-benar memperhatikan kualitas nutrisi dan stimulasi. Seimbangkanlah asupan nutrisi dan berikan stimulasi yang baik, agar sirkuit otak anak bisa terbentuk dengan baik saat periode sensitif dan periode kritisnya.

Sedangkan di kabupaten Siak  obyek yang akan di jadikan lawatan sejarah  di antaranya, obyek istana, gedung balai kerabatan,  makan raja Siak, tangsi Belanda, masjid lama kota Pekanbaru, dan museum provinsi Riau.

" Semoga  dengan di adakannya lasenas ke XII ini semoga akan menambah ilmu pengetahuan bagi para siswa, dan dapat untuk menjadi bekal  di dalam mengikuti pendidikan  di daerah masing-masing," pungkasnya. [***]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT