Pembangunan di Meranti Masih Banyak Tak Tepat Sasaran

Selasa, 17 Juni 2014 - 00:00:14 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Dari total anggaran APBD Meranti pertahunya, sekitar 10-15 persen habis digunakan oleh pejabat Satker yang ada dilingkungan Pemkab Meranti dengan dalih bermacam-macam yang notabennya kegiatan itu identik dengan plesiran dan kegiatan seremonial.

Selanjutnya, sekitar 20-25 persen dari jumlah total anggaran APBD kita digunakan untuk kegiatan rutin, seperti untuk pembayar gaji pegawai dan belanja keperluan pegawai Pemda Meranti, Riau.

Demikian disampaikan Syaiful Ikram, tokoh pembentukan Kabupaten Meranti kepada wartawan, Selasa (17/6) di Selatpanjang. Menurut Syaiful, sisa anggaran APBD Meranti sekitar 60 persen baru dipergunakan untuk kegiatan atau pembiayaan proyek dan lainya.

"Sangat disayangkan, dalam pelaksanaanya kegiatan proyek yang dijalankan oleh Pemda Meranti melalui Satuan Kerja yang ada, hasilnya sangat minim dan jauh sekali dari yang kita harapkan. Karena seperti kita ketahui, proyek yang ada lebih layak disebut proyek asal-asalan dikarenakan pelaksanaanya tidak dilandasi sebuah landasan azas manfaat sebagaimana diatur dalam undang undang," katanya.

Parahnya lagi, buruknya pengelolaan keungan daerah, seperti pengalokasian dana kegiatan pembangunan cenderung senteralistik, hal ini menambah buruk pola pelaksanaan pembangunan di daerah ini yang notabene nya dibiayai oleh uang Negara.

"Seharusnya pembangunan didaerah ini harus merata dan berkeadilan, kenyataanya, pembangunan di wilayah kita ini dilakukan seenak perut saja. Seperti saja proyek multiyears pembangunan jembatan Selat Rengit yang menyedot Dana APBD Meranti dalam kurun 3 tahun kurang lebih Rp 467 milyar," ujarnya. [def]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT